Tampilan aplikasi remote Android TV di perangkat iOS (itunes.apple.com)
Jakarta (ANTARA News) - Setelah menghadirkan aplikasi Android Wear di perangkat iOS, Google berniat melakukan hal yang sama untuk produk Android lainnya.
GSM Arena melaporkan bahwa Google resmi merilis aplikasi Android untuk iOS yang sudah tersedia di App Store untuk diunduh. Aplikasi tersebut memungkinkan perangkat iOS bertindak sebagai remote Android TV.
Android TV memiliki dua mode, d-pad dan touchpad, serta tombol mikrofon yang memungkinkan pengguna memulai penelusuran dengan cepat melalui suara.
Aplikasi tersebut juga dilengkapi built-in keyboard yang dapat digunakan untuk menulis di Android TV. Pengguna juga dapat menggunakannya untuk game.
Aplikasi Android TV untuk iOS dapat bekerja dengan semua perangkat TV Android. Pengguna hanya perlu memastikan perangkat iOS dan TV terhubung dengan jaringan WiFi yang sama.
Presiden FIFA Gianni Infantino berharap perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia akan menjadi ajang pertama yang menggunakan teknologi video untuk membantu para ofisial pertandingan.
Pada Maret lalu, Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) mengatakan pengujian teknologi tersebut akan memakan waktu dua tahun. Uji coba tersebut memungkinkan wasit meminta bantuan video untuk membantu menentukan gol, kartu merah, dan penalti.
Pengujian itu akan dimulai pada musim kompetisi 2017-2018. Namun Infantino mengatakan uji coba alat itu akan "dimulai sekarang dan akan memakan waktu dua tahun".
Pria asal Swiss itu menambahkan: "Ini berarti bahwa pada Maret 2018 mendatang kita akan melihat apakah sistem itu berfungsi atau tidak. Saya sangat berharap Piala Dunia di Rusia akan menjadi Piala Dunia pertama tempat wasit video digunakan untuk membuat perwasitan bisa menjadi lebih baik.”
Dalam percobaan itu, seorang asisten wasit di luar lapangan memiliki akses untuk memutar ulang video dalam pertandingan dan akan meninjau sebuah insiden berdasarkan permintaan atau secara proaktif berdiskusi dengan wasit mengenai kejadian yang mungkin terlewatkan oleh wasit atau hakim garis.
Image copyrigImage capt
Dalam kunjungannya ke Moskow, Infantino juga mengatakan ia telah menerima jaminan dari pemerintah Rusia bahwa krisis ekonomi yang melanda negeri itu tidak akan mempengaruhi persiapan untuk pagelaran Piala Dunia 2018.
Teknologi Hawk Eye
Sementara itu, UEFA telah memilih perusahaan Inggris Hawk-Eye sebagai perusahaan yang menyediakan teknologi dalam menentukan gol untuk semua pertandingan di Piala Eropa 2016.
Sistem berbasis kamera yang telah digunakan di Liga Primer ini terpilih mengalahkan perusahaan teknologi Jerman, Goal Control, yang pernah dioperasikan pada Piala Dunia 2014.
Badan sepak bola Eropa UEFA memutuskan untuk memperkenalkan teknologi ini pada Januari setelah sejumlah insiden terjadi, ketika gol-gol dianggap tidak sah meski melewati garis gawang.
"Teknologi garis gawang dan asisten wasit tambahan saling melengkapi satu sama lain dengan sempurna," kata kepala wasit UEFA, Pierluigi Collina.
Hawk-Eye, yang menggunakan tujuh kamera per gol, terpilih setelah proses seleksi dilakukan terhadap empat penyedia teknologi garis gawang FIFA berlisensi. Mereka diundang untuk memberikan informasi dan menyampaikan penawaran komersial.
Teknologi tersebut telah digunakan di Bundesliga, Serie A, serta Piala Dunia Perempuan 2015 di Kanada.
Jakarta - Industri kreatif digital (IKD) di Indonesia belum mampu terbang tinggi karena kinerja bisnis para pelaku industrinya cenderung berfluktuasi. Terutama dari faktor sumber daya manusianya (SDM).
"Tantangan pada industri kreatif digital ini adalah talent atau sumber daya manusia," kata Direktur Enterprise dan Business Service Telkom Muhammad Awaluddin kepada detikINET, Kamis (28/4/2016).
Hal itu ikut dituangkan olehnya dalam disertasi kala menjadi promovendus sidang promosi doktoral di Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung.
Ia menulis disertasi tentang Kinerja Bisnis yang Berkelanjutan melalui Pengembangan Strategi Bersaing dan Reputasi Perusahaan Berbasis Penciptaan Nilai dan Kekuatan Persaingan Industri (Suatu Model Keberlanjutan Digital pada Industri Kreatif Digital di Indonesia).
Awaluddin mengaku berhasil mempertahankan disertasinya di depan tim penguji yang dipimpin Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Nury Effendi, dan berhasil lulus dengan nilai cumlaude. "Potensi utama kita adalah pasar yang sangat besar, masih banyak potensi yang bisa dimanfaatkan oleh IKD, tinggal bagaimana membangun kompetensi dan ekosistem yang mendukung," ujar pria berkumis ini.
Ketertarikannya untuk meneliti lebih lanjut mengenai IKD di Indonesia dikarenakan keyakinannya bahwa IKD di Indonesia memiliki daya tarik industri yang tinggi disamping industri tersebut juga memiliki potensi bisnis ke depan yang sangat tinggi.
Sekadar informasi, Industri kreatif yang saat ini sangat berkembang pesat adalah industri kreatif yang berbasis teknologi digital. Teknologi berperan sangat penting dalam industri kreatif digital untuk menstimulasi pengembangan produk dan layanan baru, kanal distribusi, model bisnis, dan bahkan kemungkinan ekspansi ke sektor ekonomi yang baru.
Pentingnya ekonomi kreatif pun telah disadari pemerintah melalui Blueprint "Ekonomi Kreatif: Kekuatan Baru Indonesia Menuju 2025". Di dalamnya dijelaskan pentingnya industri kreatif dalam kontribusi ekonomi, menumbuhkan inovasi dan kreatifitas serta sebagai media memupuk citra dan identitas bangsa.
"Saat ini kekuatan persaingan industri kreatif digital belum optimal dan nilai yang diberikan kepada pelanggan lebih kecil bila dibanding dengan nilai yang diberikan oleh perusahaan pesaing (inferior customer value), sehingga melemahkan posisi bersaing perusahaan," katanya
Penelitian menggunakan desain penelitian Mixed Methods Research dengan instrumen analisis Eksplanatori, Eksploratori, dan Konfirmatori. Penelitian ini juga membandingkan model Global Competitiveness Index dari World Economic Forum tahun 2015 dan tiga model dari Enterprise Growth Theory (Gupta, 2013).
Dalam penelitian ditemukan reputasi perusahaan dan strategi bersaing lebih dominan dipengaruhi oleh penciptaan nilai dibandingkan oleh kekuatan persaingan industri kreatif digital.
Kekuatan persaingan Industri Kreatif Digital dan penciptaan Nilai tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja bisnis yang berkelanjutan, namun berpengaruh secara tidak langsung melalui reputasi perusahaan dan strategi bersaing.
Penelitian ini menghasilkan tiga model dasar: Digital Creative Company Imperative Model, Digital Creative Business Growth Model, dan Digital Creative Business Achievement Model.
Integrasi ketiga model tersebut (Unified Sustainability Performance Model) atau disebut Digital Sustainability Model. Model tersebut merupakan satu kesatuan rumusan yang diperlukan untuk menjamin perusahaan industri kreatif digital memiliki kinerja bisnis yang berkelanjutan.
Kegunaan dari penelitian ini menghasilkan suatu model yang bisa menjadi rujukan bagi peneliti selanjutnya dalam mengembangkan konsep kinerja bisnis yang berkelanjutan pada industri kreatif digital. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi lingkungan akedemis dalam kaitan studi industri kreatif digital di Indonesia.
Dari sisi praktis, penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi pengusaha yang bergerak di bidang usaha industri kreatif digital di Indonesia serta berguna bagi semua pihak yang bergerak dalam bisnis praktis yang terkait dalam kekuatan persaingan industri, penciptaan nilai dan pengembangan reputasi perusahaan.
Selain itu, lanjut Awaluddin, serta strategi bersaing dalam meningkatkan kinerja bisnis yang berkelanjutan, dimana dewasa ini pihak pelaku industri kreatif digital di Indonesia belum sepenuhnya mampu mengimplementasikan secara optimal.
"Melalui penelitian ini, pelaku usaha industri kreatif digital dapat memahami tahapan pertumbuhan dan menjadikannya sebagai pijakan dalam memonitor pertumbuhan perusahaan industri kreatif digital," ungkap salah satu tokoh UKM Goes Digital di Indonesia itu
Diharapkannya, dengan mengaplikasikan temuan model Digital Sustainability dalam penelitian ini diharapkan akan muncul perusahaan-perusahaan digital kreatif Indonesia yang memiliki kinerja bisnis yang berkelanjutan yang mampu bersaing dalam skala global.(rou/rou) sumber:detik.com
TEMPO.CO, San Francisco - Lenovo dan Xiaomi telah kehilangan posisi mereka sebagai produsen smartphone terbesar keempat dan kelima di kuartal pertama 2016, menurut sebuah studi oleh International Data Corporation (IDC) yang dirilis Rabu, 27 April 2016.
Perusahaan riset itu menemukan bahwa kedua perusahaan telah digeser dari tempat keempat dan kelima oleh dua perusahaan Cina yang kurang terkenal, Oppo dan Vivo, terkait pengiriman selama kuartal pertama 2016.
Ini merupakan perubahan yang mengejutkan. Lenovo, serta anak perusahaannya, Motorola, memiliki profil tinggi di seluruh dunia, dan Xiaomi telah diposisikan sebagai pemula menarik yang sangat berambisi.
Gabungan Lenovo-Motorola turun dari tempat ketiga pada grafik IDC pada tahun 2014 menjadi posisi kelima tahun lalu. Sementara Xiaomi berfluktuasi antara tempat keempat dan kelima selama tahun-tahun tersebut. Statistik terbaru IDC menunjukkan bahwa posisi pasar kedua perusahaan jauh lebih lemah. Di balik perubahan itu, tampaknya ada pergeseran besar di pasar Cina yang telah menghantam bahkan para pembuat smartphone paling sukses. Apple, terutama, membukukan penurunan pendapatan pertama dalam lebih dari satu dekade minggu ini.
Kondisi pasar Cina telah merusak daya beli di seluruh negeri, yang jelas akan menimbulkan masalah besar bagi perusahaan yang sangat menyasar konsumen di Cina.
IDC menduga juga ada faktor lain yang berperan. IDC melihat bahwa pasar smartphone sudah mulai cukup matang di mana konsumen tidak lagi membeli banyak ponsel, dan orang-orang mencari pilihan yang berbeda dari apa yang ditawarkan Lenovo dan Xiaomi.
"Lenovo diuntungkan dengan harga jual rata-rata di bawah US$ 150 di 2013, dan Xiaomi mengambil keuntungan dengan harga jual rata-rata di bawah US$ 200 di tahun 2014 dan 2015," tulis peneliti IDC Melissa Chau. "Kini Huawei, Oppo, dan Vivo, yang bermain terutama di rentang US$ 250, diposisikan akan kuat di 2016."
Implikasinya adalah bahwa konsumen Cina mulai mencari hal lebih dari smartphone mereka, dan tahun demi tahun telah bersedia membayar lebih untuk mendapatkannya. sumber:tempo.co
Liputan6.com, Jakarta - Layanan paket data internet Anda cepat habis meski pemakaian wajar? Mungkin penyebabnya adalah aplikasi-aplikasi ini.
Laman CNET yang dikutip Tekno Liputan6.com, Rabu (27/4/2016), merangkum ada lima aplikasi yang rupanya menguras paket data. Kelimanya ternyata adalah aplikasi yang paling sering kita gunakan.
1. Facebook
Aplikasi Facebook selain menghabiskan kapasitas memori, juga menguras layanan data Anda. Setelah ditelisik, penyebabnya adalah fitur autoplaying video yang ada di dalamnya.
Untuk menyelamatkan kuota data, Anda dapat membatasi penggunaanautoplay video, yakni memilih autoplay hanya untuk koneksi Wi-Fi saja. Sehingga, fitur ini akan aktif jika ponsel terhubung dengan Wi-Fi. Opsi kedua adalah menonaktifkan fitur tersebut.
Bagaimana caranya? Pertama, buka aplikasi Facebook, tap tombol More pada sudut kanan, kemudian tap Setting. Selanjutnya, pilih Account Setting, tap Video and Photos, kemudian pilih On Wi-Fi Connections Only
2. Instagram Layanan video yang digaungkan oleh berbagai jejaring sosial rupanya akan sangat menguras data jika penggunanya mengaktifkan fitur autoplay video.
Serupa dengan Facebook, Instagram juga memiliki fitur memainkan video secara otomatis alias preloading video and photo. Untuk menghemat kuota data, dibutuhkan pengaturan terutama ketika pengguna berada di koneksi seluler.
Caranya dengan membuka aplikasi Instagram kemudian masuk ke laman Profile dan buka Settings. Selanjutnya, tap Celllular Data Use kemudian pilih Use Less Data. Meski pengaturan ini tidak akan menghentikan autoplaying video, namun akan melambatkanpreloading video.
Setelah memilih Use Less Data, Instagram akan memberitahu, dengan pengaturan Use Less Data, 'memuat video mungkin akan memakan waktu lebih lama.'
3. Twitter Sama dengan Facebook, hal yang membuat Twitter jadi aplikasi yang paling menguras kuota data adalah fitur Autoplay Video-nya. Nah, jika Anda adalah pengguna aktif Twitter melalui aplikasi, pengaturan autoplay video tampaknya harus diatur sedemikian rupa.
Bagaimana agar video yang diunggah di Twitter tidak otomatis terputar? Caranya dengan membuka aplikasi Twitter, tap tombol Me pada sudut kanan bawah. Kemudian, tap ikon gear di bagian atas laman profil Anda lalu pilih Settings.
Selanjutnya, di bagian General section, tap Video Autoplay lalu pilih salah satu, apakah pemutaran video otomatis akan menggunakan Wi-Fi atau nonaktifkan fitur autoplay video.
4. Spotify Baru-baru ini, Indonesia kedatangan layanan streaming musik, Spotify. Penggunaan data yang cukup besar membuat pengguna harus lebih selektif.
Katalog musik yang cukup lengkap memang memikat, tetapi jika Anda adalah pengguna yang memperhatikan penggunaan data mungkin bisa ikuti langkah ini, terutama jika Anda adalah pelanggan premium.
Fitur premium memungkinkan album tersedia secara offline, sehingga ketika tidak mengaktifkan paket data, Anda tetap bisa memutar lagu.
Pertama-tama, saat melihat sebuah album yang Anda suka, pilih pengaturan Available Offline. Kemudian secara otomatis Spotify akan mengunduhkan album tersebut untuk Anda, jadi bisa memutar lagu tanpa harus streaming.
Cara kedua dengan mengatur kualitas streaming, dengan membuka Setting dan tapStreaming Quality. Kemudian Anda akan melihat empat opsi, yakni Automatic, Normal, High, dan Extreme. Pilihlah kualitas Normal agar tidak begitu banyak memakan kuota data Anda.
5.YouTube
Kabar baiknya, YouTube tidak akan memainkan video secara otomatis tanpa Anda klik play. Namun serupa layanan lainnya, memutar sebuah video akan menghabiskan paket data Anda.
Oleh karenanya, layanan berbagi video milik Google ini menawarkan pengaturan untuk memutar video berkualitas HD hanya jika Anda terhubung dengan jaringan Wi-Fi.
Bagaimana cara mengaturnya? Pertama, buka YouTube, tap tombol titik tiga yang terdapat pada sudut kanan atas. Kemudian tap Setting, tap Turn on Play HD on Wi-Fi only.
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memfasilitasi sertifikasi kompetensi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Teknologi Informasi untuk angkatan kerja muda.
"Program ini diharapkan mampu membantu perluasan lapangan dan kesempatan kerja masyarakat, terutama kalangan angkatan kerja muda," ujar Kepala Puslitbang Literasi dan Profesi Badan Litbang SDM Kemenkominfo Gati Gayatri.
Kini, semakin banyak muncul hal baru yang dilahirkan dari teknologi. SKKNI itu merupakan salah satu upaya Kemkominfo untuk mengembangkan kompetensi generasi muda yang unggul.
"Kami berupaya membangun budaya sertifikasi, di mana semangat yang dibawa adalah senantiasa terus belajar untuk mempertahankan kompetensi yang dimiliki," kata Gati seperti dikutip dari Kominfo.go.id, Senin (18/4/2016).
Menurut Gati, keberhasilan sertifikasi ditargetkan akan dapat membentuk angkatan kerja muda yang memiliki Sertifikasi Kompetensi.
"Sebagai bukti kepemilikan kompetensi standar pada bidang yang ditekuni dapat dimanfaatkan dalam mendukung pencarian lapangan pekerjaan," paparnya.
Program fasilitasi sertifikasi ini mencakup enam bidang profesi yaitu Junior Networking, Junior Programmer, Junior Multimedia, Operator Komputer/Office Advance, Desain Grafis,dan Teknisi Komputer.
TEMPO.CO, Jakarta - Sering-seringlah memperdengarkan musik kepada bayi Anda. Para ilmuwan di University of Washington Institute for Learning & Brain Sciences (I-LABS) menunjukkan interaksi bayi dengan musik bisa meningkatkan proses kerja otak.
Christina Zhao, peneliti di I-LABS yang memimpin studi ini, mengatakan ritme yang didengar bayi dapat meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi dan memprediksi ritme dalam cara bicaranya. “Artinya, interaksi dengan musik bisa punya efek global terhadap keterampilan kognitifnya,” kata Zhao.
Patricia Kuhl, co-direktur I-LABS, mengatakan dunia bayi terus mendengar suara, melihat cahaya, dan sensasi lain yang bervariasi. Bayi harus mengenali pola aktivitas dan memprediksi apa yang terjadi selanjutnya. “Persepsi tentang pola merupakan keterampilan kognitif yang penting, peningkatan kemampuan pada usia awal akan punya dampak jangka panjang yang baik,” kata Kuhl.
Bahasa, sama seperti musik yang punya pola ritme yang kuat. Dengan bayi mendengar suku kata dalam musik, membantunya mendefinisikan cara bicara dan memahami yang orang katakan. “Ini juga kaan membantu bayi belajar bicara,” kata Kuhl.
Para peneliti di I-LABS merancang percobaan acak terkontrol untuk melihat apakah mengajarkan irama musik pada bayi akan membantu bayi memahami irama cara bicara.
Selama satu bulan, 39 bayi menghadiri 12 sesi bermain 15 menit di laboratorium dengan orang tua mereka. Dalam kelompok sekitar dua atau tiga, bayi duduk dengan orang tua mereka, yang menuntun mereka dalam sebuah kegiatan.
Sebanyak 20 bayi dilibatkan dalam kelompok musik. Bayi dan orang tuanya bermain dengan ketukan musik. Peneliti memilih musik seperti waltz, yang relatif sulit untuk dipelajari bayi.
Sisanya, 19 bayi menghadiri sesi permainan yang tidak melibatkan musik. Mereka dibiarkan bermain dengan mobil-mobilan, blok dan benda-benda lain yang diperlukan gerakan terkoordinasi tanpa musik.
Seminggu setelah sesi permainan berakhir, keluarga kembali ke laboratorium agar respons otak bayi dapat diukur. Para peneliti menggunakan magnetoencephalography (MEG) untuk melihat aktivitas otak dengan lokasi dan waktu yang tepat.
Sambil duduk di alat scan otak, bayi mendengarkan serangkaian musik dan suara orang berbicara. Masing-masing dimainkan dalam irama yang kadang-kadang terganggu. Otak bayi akan menunjukkan respons tertentu untuk menunjukkan mereka bisa mendeteksi gangguan.
Para peneliti memfokuskan analisis mereka pada dua daerah otak, korteks pendengaran dan korteks prefrontal. Dua daerah ini penting untuk keterampilan kognitif seperti mengontrol perhatian dan mendeteksi pola.
Hasilnya, bayi dalam kelompok musik memiliki respons otak lebih kuat untuk gangguan di kedua musik dan ritme car abicara di kedua daerah otak tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi dengan musik meningkatkan kemampuan bayi untuk mendeteksi pola dalam suara.
"Penelitian ini menunjukkan pengalaman musik memiliki potensi untuk meningkatkan keterampilan kognitif yang lebih luas yang meningkatkan kemampuan anak-anak untuk mendeteksi, berharap dan bereaksi cepat untuk pola di dunia, ini sangat relevan dalam dunia yang kompleks saat ini," kata Kuhl. sumber:tempo.co
KOMPAS.com — Februari lalu, sistem komputer Bank Sentral Banglades dibobol sejumlah hacker tak dikenal. Para peretas nyaris berhasil melarikan dana sejumlah 951 juta dollar AS atau lebih dari Rp 12,5 triliun kalau bukan karena kesalahan typo kata "foundation" menjadi "fandation" yang menyebabkan aksi mereka terendus pihak berwenang.
Namun, dana senilai 81 juta dollar AS (atau lebih dari Rp 1 triliun) sudah kadung berpindah ke kantong hacker sebelum sempat dicegah. Hingga kini, uang curian tersebut masih belum terlacak.
Menyusul penyelidikan yang dilakukan, minggu lalu, ditemukan bahwa para hacker berhasil melancarkan tindakan cyber crime lantaran bank sentral yang bersangkutan memang tidak menerapkan sistem keamanan yang memadai.
Di samping tak punya firewall, seperti dirangkum KompasTekno dariBBC, Selasa (26/4/2016), Bank Sentral Banglades ternyata cuma memakai router bekas, yang keamanannya meragukan.
"Ini soal organisasi yang punya akses ke dana senilai miliaran dollar, tetapi mereka bahkan tak menerapkan sistem keamanan yang mendasar," demikian komentar seorang konsultan dari firma cyberOptiv, Jeff Wichman.
Padahal, router itu menghubungkan komputer bank dengan sistem pembayaran global Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT) yang berisi jaringan institusi keuangan di seluruh dunia.
Pakai router murah
Hanya berbekal router bekas seharga 10 dollar AS (Rp 130.000) dan tanpa firewall, bank pun tak berdaya menghadapi serangan hacker.
Kepala Forensic Training Institute dari Badan Reserse Kriminal Kepolisan Banglades, Mohammad Shah Alam, mengatakan bahwa komputer yang terhubung dengan SWIFT di dalam bank sentral seharusnya diisolasi dari jaringan komputer lain.
Hal itu, kata dia, bisa dilakukan kalau saja pihak bank memakai routertipe "managed" yang memungkinkan pembuatan sejumlah jaringan komputer yang saling terpisah.
Apa daya, gara-gara memilih router murah meriah, pihak bank telanjur kebobolan dana triliunan rupiah.
Router bekas itu pun menyulitkan penyelidikan karena tidak menyimpan data jaringanyang seharusnya bisa dipakai untuk melacak pelaku dan taktik yang mereka gunakan.
Walhasil, dana 81 juta dollar AS yang dilarikan para peretas hingga kini masih belum diketahui rimbanya. Demikian pula dengan identitas, pelaku dalam pembobolan tersebut masih misterius.
TEMPO.CO, Jakarta - Pendapatan tahunan Apple turun untuk pertama kalinya dalam 13 tahun akibat penurunan penjualan kuartalan iPhone. Raksasa teknologi itu secara resmi melaporkan pendapatan 50,6 miliar dolar AS kepada investor Selasa (26 April), turun 12 persen.
Penjualan iPhone dilaporkan 51,2 juta unit, turun 16 persen dari penjualan selama kuartal fiskal kedua 2015 sebanyak 61,2 juta unit, dan iPad terjual 10,3 juta unit, juga menurun 19 persen dari tahun lalu.
Sementara layanan pemutaran daring berlangganan Apple Music sejauh ini menarik 13 juta anggota berbayar.
Meski demikian Apple masih mengantongi keuntungan 10,5 miliar dolar AS selama kuartal fiskal kedua, angka yang bisa dilihat sebagai keberhasilan bagi kebanyakan perusahaan teknologi.
Apple memproyeksikan pendapatan antara 41 miliar dolar AS dan 43 miliar dolar AS kuartal fiskal saat ini.
Seperti dilansir laman Digital Spy, saat berbicara kepada investor pada penyampaian laporan pendapatan, CEO Apple Tim Cook mengakui bahwa ini waktu yang "sibuk dan menantang" bagi perusahaan. sumber:tempo.co