Kamis, 26 Mei 2016

Paket Kebijakan Baru 70% Mengatasi Pelemahan Rupiah

JAKARTA - Paket kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah dinilai hanya bisa mengatasi 60-70 persen dari permasalahan yang ada, termasuk dalam mengatasi pelemahan nilai tukar Rupiah.
"Ya saya bilang itu 60-70 persen dari yang seharusnya kita lakukan," tutur Ekonom Indef Ahmad Erani Yustika di sela-sela acara seminar di Kwik Kian Gie School of Business , Jakarta (18/3/2015).
Oleh karena itu, Erani menuturkan bahwa transaksi dalam negeri sebaiknya dilakukan dengan transaksi menggunakan mata uang Rupiah.
"Saya ingin transaksi dalam negeri dibentuk yang pakai dolar itu. Kemudian saya juga berharap agar terkait dengan capital outflow itu bisa lebih diperpanjang, jangan sampai bisa over keluar masuk, itu yang seharusnya. Devisa hasil ekspor juga," ujar dia.
Untuk itu, dia mengatakan agar pemerintah segera menyiapkan rancangan undang-undang (RUU) Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) untuk menyelamatkan stabilitas sektor keuangan di Indonesia.
Selain itu dia juga mengatakan bahwa krisis ekonomi di Indonesia saat ini jaraknya semakin dekat. Jika sebelumnya, krisis ekonomi dapat terjadi 20 tahun sekali, namun saat ini krisis ekonomi bisa terjadi selama dua tahun sekali.
"Kalau dulukan krisis bisa 20 tahun sekali, 15 tahun sekali, 10 tahun sekali, 7 tahun sekali. Sekarang bisa hampir tidak ada jedanya, dua tahun sekali. Dari 2005, 2008, 2010. Mulai dari 2010 sampai sekarang krisis terus. Makin pendek jaraknya," pungkasnya.
sumber:okezone.com

0 comments:

Posting Komentar