Jumat, 27 Mei 2016

Pengamat: Ekonomi Indonesia Sedang Sakit

Jakarta - Kebijakan ekonomi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang akan segera berakhir kembali dapat kritikan.
Rektor Universitas Kwik Kian Gie School of Business Anthony Budiawan, ekonomi Indonesia saat ini sedang sakit. Ekonomi Indonesia, dinilainya sedang mengalami kemunduran atau tepatnya sedang dalam kondisi kritis.
Hal itu terlihat dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mulai melambat, secara total pertumbuhan ekonomi kita pada semerter I 2014 ini hanya 5,17 persen.
"Turun cukup signifikan dari pertumbuhan tahun 2013 yang mencapai 5,78 persen," kata Anthony.
Menurutnya, kondisi yang terjadi disebabkan karena pembangunan ekonomi Indonesia selama sepuluh tahun terakhir ini tergantung dari industri komiditas khususnya batubara, karet dan kelapa sawit. Pada 2011, total ekspor ketiga jenis komoditas ini mencapai hampir 40 persen.
"Apabila tidak ada perubahan kebijakan ekonomi yang cukup mendasar, dapat dipastikan tren penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan berlanjut untuk jangka waktu yang cukup panjang," ujarnya.
Sebelumnya, dalam diskusi yang digelar Gerakan Masyarakat Penerus Bung Karno (GMP Bung Karno), Anthony menyarankan agar pemerintahan terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla lebih fokus kepada pembangunan industri.
Menurut dia, pemerintah harus mempunyai peta jalan pembangunan industri yang memuat perencanaan pembangunan industri prioritas.
"Apabila kita tidak mempunyai peta jalan pembangunan industri maka pembangunan ekonomi tidak terencana sehingga dapat mengakibaykan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk beberapa tahun kedepan jauh di bawah 5 persen, bias diantara 3 persen-4,5 persen," ujarnya.
Anthony menuturkan, pihaknya belum pernah mendengar Presiden yang membicarakan strategi khusus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui pembangunan dan kebijakan industri.
Dalam pertemuan dengan Presiden SBY beberapa waktu lalu di Bali, hanya dimanfaatkan membicarakan polemik subsidi BBM.
"Jokowi-SBY hanya bahas subsidi, nggak bicara ekonomi gimana meningkatkan ke depan. Apakah kebijakan SBY masih dipakai oleh Jokowi. Padahal pembangunan ekonomi satu-satunya cara meningkatkan kesejahteraan rakyat," katanya.
sumber:beritasatu.com

0 comments:

Posting Komentar