Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Mei 2016

Ini Daftar 25 Ilmuwan Top Se-Indonesia, dari Kampus Mana?

TEMPO.CO, Jakarta - Situs Webometric kembali merilis daftar ilmuwan top Indonesia berdasarkan kemunculan mereka dan banyaknya kutipan hasil penelitian mereka di Google Scholar Citation. Daftar peringkat ilmuwan top Indonesia yang merupakan edisi keempat ini diambil dari data semua ilmuwan yang bekerja di berbagai universitas dan institusi di Indonesia.
Para ilmuwan yang tercantum dalam peringkat tersebut merupakan ilmuwan yang terdaftar hingga minggu kedua Oktober 2015. Ada seribu nama yang masuk dalam daftar tersebut. Berikut ini daftar 25 ilmuwan Indonesia teratas yang tercantum dalam rilis berjudul "Ranking of scientists in Indonesia Institutions according to their Google Scholar Citations public profiles" tersebut:


1. Suharyo Sumowidagdo - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
2. Johannes V D Wirjawan - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
3. L.P. Ligthart - Universitas Indonesia, Institut Teknologi Surabaya
4. Suryadi Ismadji - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
5. Ferry Iskandar - Institut Teknologi Bandung
6. Hairiah Kurniatun - Universitas Brawijaya, ICRAF World Agroforestry Centre CGIAR
7. Azyumardi Azra - Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
8. Christoper Martius - Center for International Forestry Research, Institut Pertanian Bogor
9. Manabu D. Yamanaka - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Indonesia, Kobe University
10. Danny Hilman Natawidjaja - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
11. L. Broto Sugeng Kardono - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
13. Agus Sudaryanto - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Indonesia
14. Djoko Iskandar - Institut Teknologi Bandung
15. Tommy Firman - Institut Teknologi Bandung
16. M. Quraish Shihab - Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
17. Terry Mart - Universitas Indonesia
18. R. Dwi Susanto - University of Maryland, Surya University
19. Fahmuddin Agus - Indonesian Soil Research Institute
20. Agustinus Agung Nugroho - Institut Teknologi Bandung
21. Mudrajad Kuncoro - Universitas Gadjah Mada
22. Bambang Widoyoko Suwargadi - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
23. Saptaning Ruju Paminto - Universitas Suryakancana
24. Sutrisno Hadi - Universitas Gadjah Mada
25. Iqbal Elyazar - Eijkman-Oxford Clinical Research Unit Indonesia

Universitas Bakrie Gelar Seminar dan Indocompac 2016

VIVA.co.id – Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie mengadakan seminar nasional dan Call for Paper (Indocompac 2016) yang diselenggarakan untuk pertama kalinya pada 2016.
Tema yang diambil yakni 'Urgensi bisnis dan komunikasi dalam memperkuat peran Indonesia menghadapi dinamika ekonomi dan politik global'. 
Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima VIVA.co.id, Rabu 27 April 2016, Seminar Nasional ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pelaku bisnis, wirausaha, perumus kebijakan, birokrat, usaha kecil menengah, akademisi, dan mahasiswa.
Indocompac 2016 mengundang para penulis yang terpilih sebagai pemakalah terbaik untuk menulis di jurnal-jurnal yang dikelola Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie. 
Salah satu makalah terbaik adalah karya dari Devie Rahmawati (Lab. Vokasi Komunikasi Universitas Indonesia) yang berkolaborasi dengan Wiratri Anindhita (Program Komunikasi Kwik Kian Gie School of Business) dengan judul 'Potensi Media Daring Menciptakan Komunitas Informasi Transnasional ASEAN' yang mengkaji kemungkinan dan peluang dari dinamika media online yang sudah ada sejauh ini, serta strategi apa yang perlu dilakukan untuk mengarahkannya, merealisasikan apa yang menjadi tujuan menciptakan persekutuan strategis transnasional yang lebih global. 
Diberikan penghargaan bagi pemakalah terbaik yang akan diumumkan pada Grand Seminar Nasional tanggal 2-3 Mei 2016 yang akan datang.
Acara puncak, yakni Seminar Nasional bertemakan 'Urgensi bisnis dan komunikasi dalam memperkuat peran Indonesia menghadapi dinamika ekonomi dan politik global' akan diadakan di ruang 1 dan 2 Universitas Bakrie, dengan mengundang pembicara Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI 2004-2009, Meutia Farida Hatta Swasono.
Selain itu, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri, Salman Al Farisi, Duta Besar Australia, Paul Grigson, dan Direktur Utama Bakrie Telecom dan CEO PT B-Generasi Asia, Jastiro Abi.

”Memasuki Era Masyarakat Ekonomi ASEAN, Indonesia perlu meningkatkan kemampuan untuk memanfaatkan potensi ekonomi, politik, dan komunikasi secara memadai bagi kepentingan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk meningkatkan kesadaran bisnis dan kewirausahaan pada masyarakat," kata Ketua Pelaksana Kegiatan Seminar Nasional dan Call For Paper Indocompac 2016, Tuti Widiastuti.
Dia menjelaskan, proses pengenalan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan mampu menjadi titik balik dalam membangun daya saing bisnis yang lebih produktif. 
Menurutnya, Seminar Nasional dan Call for Papers tema 'Urgensi bisnis dan komunikasi dalam memperkuat peran Indonesia menghadapi dinamika ekonomi dan politik global', mencakup kompetensi sumber daya Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie sebagai wujud kontribusi peningkatan peran dalam kemajuan sektor bisnis di Indonesia.

Dia menambahkan, keluaran yang diharapkan dari Seminar Nasional dan Call for Papers ini adalah prosiding seminar yang ber-ISBN dan sebagai keberlanjutan, acara ini akan berlangsung setiap tahun sekali dengan pertimbangan bahwa dalam kurun waktu tersebut telah ada perkembangan pemikiran dan penelitian. (asp)

sumber:viva.co.id

Soal Entrepreneur, Indonesia Ketinggalan


TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden RI Boediono menjelaskan, jumlah wirausaha Indonesia masih tertinggal dibanding dengan negara-negara ASEAN lainnya.

Mengacu pada survei entrepreneurship Bank Dunia pada 2008, di Indonesia baru 1,56 persen dari penduduk yang bisa diklasifikasikan sebagai enterpreneur, Malaysia 4 persen, Thailand 4,1 persen, dan Singapura 7,2 persen. Namun, Boediono menilai persoalan kualitas lebih perlu menjadi fokus dibandingkan dengan soal kuantitas.

"Kalau melihat kandidat entrepreneur, harusnya bisa lebih dari itu. Di bidang informal banyak sekali yang berusaha sendiri dan ini banyak sekali di sektor informal kita. Dari segi kuantitas tidak kalah potensial, kualitas saja yang saya rasa perlu ditingkatkan," ujar Boediono saat membuka Global Entrepreneurship Week di Bank Indonesia, Senin, 12 November 2012.

Boediono menyebutkan, paling tidak ada enam penghambat peningkatan wirausaha. Pertama, masalah ketertiban dan hukum. "Ada daerah yang masalah keamanannya terganggu, aturan main tak jelas, masalah gangguan macam-macam, pungli, dan lainnya. Daerah yang belum memenuhi standard law and order yang minimal entrepreneurship sulit berkembang," ujarnya.

Kedua, kondisi makroekonomi Indonesia. Jika kondisi ekonomi makro seperti yoyo, bisnis sulit berkembang. "Makroekonomi ini kunci. Kalau makro kayak yoyo, rollercoster, tak ada ayng bisa melakukan perhitungan. Akibatnya, hanya yang spekulatif, yang produktif secara normal mundur," ujar Boediono. Oleh sebab itu, peran BI dan pemerintah penting dalam menjaga stabilitas ekonomi makro.

"Kadang dikritik terlalu konservatif, pengalaman di beberapa negara, sikap konservatif, prudential, ini baik dalam kondisi sekarang," ujarnya.

Ketiga, hambatan infrastruktur. "Ini mempunyai dampak pada mudah tidaknya bisnis berkembang," kata Boediono. Mengacu pada studi terdahulu, investasi di luar perkotaan sangat dipengaruhi ada-tidaknya infrastruktur yang memadai. "Ini sangat penting karena infrastruktur mempengaruhi biaya bisnis," kata Boediono.

Keempat, hambatan dari segi regulasi. Menurut Boediono, regulasi perlu dikondisikan agar tidak menghambat pertumbuhan entrepreneur, baik regulasi di tingkat nasional maupun daerah.

Kelima, persoalan akses pada perbankan. "Tema financial inclusion harus dijabarkan secara operasional. Jalan untuk menjangkau entrepreneurship," kata Boediono.

Terakhir, masalah kebutuhan atas tenaga kerja yang terlatih. "Ini jadi komplain bisnis yang sedang berkembang. Ini perlu diperhatikan karena bisa jadi penghambat," ujarnya.

Menurut Boediono, perlu ada forum untuk menyelaraskan upaya semua pihak swasta maupun pemerintah dalam mengembangkan kewirausahaan dan menciptakan wirausaha yang tangguh. "Forum bersama pemerintah dan swasta, melihat secara utuh apa yang kita lakukan sudah baik," ujarnya. Boediono menilai jika upaya masing-masing instansi lepas satu dengan yang lain, belum tentu akan menjadi kegiatan nasional yang besar dan efektif.


Oleh Karena itu perguruan tinggi di Jakarta menanamkan karakteristik enterpreneur, dan juga membuat banyak para mahasiswa yang menjadi enterpreneur di masa yang akan datang nanti.

sumber:tempo.co

Hipmi Incar Mahasiswa Jadikan Enterpreneur Muda


TEMPO.COJakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) DKI Jakarta memfasilitasi mahasiswa di Ibu Kota untuk menjadi wirausaha di industri kreatif.


Rishi Wahab, Ketua bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Hipmi Jaya, mengungkapkan banyak sekali mahasiswa mempunyai ide-ide bisnis luar biasa tetapi tidak berujung menjadi bisnis riil karena banyak kendala dihadapi. 



Oleh karena itu, ujarnya, Hipmi Jaya menggelar acara kompetisi membuat rancangan usaha (business plan) dengan tema Jakarta Creative Competition 2015.



Rishi menjelaskan Hipmi Jaya akan menggelar road show ke sejumlah perguruan tinggi di Jakarta. Universitas Trisaksi menjadi perguruan tinggi pertama road show itu pada Kamis (28/5). Road show akan dilanjutkan antara lain ke Universitas Indonesia dan Universitas Negeri Jakarta.



"Kami mengharapkan ada 500 mahasiswa di Jakarta menjadi pengusaha. Ini sesuai dengan jumlah peserta dalam Jakarta Creative Competition 2015," ujar Rishi yang juga CEO Hotel Ciloto Indah Permai Puncak ini.



Dia menjelaskan untuk kompetisi kali ini Hipmi Jaya fokus pada industri kreatif, terutama empat sektor yakni kerajinan, desain, fashion, dan kuliner.



"Sebenarnya ada 14 sektor industri kreatif tetapi empat sektor ini yang lebih pas bagi pengusaha karena sedang diminati konsumen," ujar Rishi.



Dia menjelaskan program itu tidak sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, tetapi Hipmi Jaya akan memberikan kesempatan dan memfasilitasi mahasiswa benar-benar menjadi pengusaha.



"Ini adalah one stop package. Siapa yang ingin menjadi pengusaha kami siap mendukung hingga tuntas," ujar Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi (Hippi) Jakarta Utara ini.



Dia menegaskan ini bukan business plan biasa tetapi ada bimbingan berkelanjutan dari Himpi Jaya.


Salah satu perguruan tinggi di Jakarta telah menjadikan mahasiswa nya menjadi enterpreneur muda oleh karenanya perguruan tinggi tersebut terus mengharapkan para mahasiswanya menjadi enterpreneur muda.


Dalam hal ini, sambungnya, Hipmi menempuh tiga tahapan. Pertama, mahasiswa diberi motivasi bahwa menjadi pengusha itu tidak susah. "Kalau mau jadi pengusaha banyak cara, tetapi tidak mau banyak alasan," tegasnya.



Kedua, edukasi dan bimbingan untuk merancang rencana bisnis. Ketiga, memberikan akses permodalan kepada mahasiswa.



"Kami akan membuka akses permodalan baik dari perbankan maupun investor perorangan," ungkap Rishi.

Sumber:tempo.co

DIES NATALIS XXVIII: GENERASI EMAS 2045

Dies Natalis XXVIII dan Wisuda Sarjana, Pascasarjana dan PPAk Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie berlangsung meriah di Balai Samudera Jakarta Utara, Rabu, 25 November 2015 lalu. Dihadiri kedua pendirinya, Bapak Djoenaedi Joesoef dan Bapak Drs. Kwik Kian Gie, wisuda kali ini melambungkan harapan agar ke-341 wisudawan dari sembilan program studi yang diwisuda hari itu dapat melanjutkan perjuangannya dan tampil sebagai generasi emas pada tahun 2045 mendatang.

Sebagai tamu kehormatan tampil memberikan kata sambutan Ibu Dr. Ir. Illah Sailah, M.S., Koordinator Kopertis Wilayah III. Beliau menyampaikan harapan-harapannya atas para wisudawan, betapa para wisudawan harus belajar menempatkan diri sebaik-baiknya sebagai para pemain di dunia bisnis dengan berkolaborasi dan memperhatikan ASEAN Qualification Reference Framework. Merupakan suatu kebanggaan pula bagaimana beliau menyampaikan tentang Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie sebagai suatu institusi pendidikan yang sehat, yang mana diminta dengan sungguh kelanjutan partisipasinya dalam membantu institusi-institusi pendidikan tinggi lainnya untuk mewujudkan diri sebagai institusi yang sama sehatnya.

Selaku pendiri dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Institut Bisnis Indonesia, Bapak Drs. Kwik Kian Gie menyampaikan kendati berbagai peralatan yang canggih, otak manusia tidak tergantikan. Para wisudawan diingatkan untuk dapat membedakan apa yang benar dan apa yang palsu dalam teori, pengetahuan dan turunannya. Diingatkan pula bahwa masalah yang akan dihadapi adalah persaingan ketat dunia usaha baik domestik maupun internasional.

Menyambung apa yang disampaikan Bapak Drs. Kwik Kian Gie, Dr. Ir Hisar Sirait, M.A. selaku rektor Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie menyampaikan komitmen institusi untuk meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa dengan tujuan menghasilkan mahasiswa yang berilmu tinggi dan berkarakter baik melalui penguatan kepemilikan soft skills sebagai penguat kompetensi hard skills.

Dr. Ir Hisar Sirait, M.A. tak lupa mengajak seluruh sivitas akademika Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie, para pimpinan program studi, dosen, tenaga kependidikan, karyawan non-akademik, mahasiswa dan alumi serta mitra Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie untuk bekerja sama membangun Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie dengan kegembiraan dan sukacita.

Kebersamaan, kegembiraan dan sukacita disadari sebagai sesuatu yang penting dalam berusaha mewujudkan cita-cita para pendiri kampus Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie menjadi kampus yang lebih baik, lebih berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Sejalan dengan berbagai pesan tersebut, Brenda Adiwijaya, S.E. selaku perwakilan wisudawan S1 dalam Kata Sambutannya menegaskan, “Pendidikan selalu pantas diperjuangkan!” Mengutip perkataan seorang pembaharu pendidikan, John Dewey, “Education is not preparation for life. Education is the life itself”.

Senin, 23 Mei 2016

Ini Keuntungan Ambil Kuliah MBA !

JAKARTA – Usai menamatkan pendidikan sarjana, banyak lulusan baru mulai melamar kerja dan merintis karier. Di saat yang sama, sebagian dari mereka melanjutkan studi pascasarjana demi gelar akademis yang lebih tinggi.
Seperti pendidikan sarjana, studi pascasarjana juga menyediakan beragam gelar sesuai bidang studi. Salah satu gelar yang menjadi favorit adalah Master of Businnes Administration (MBA).
Nah, berikut ini beberapa keuntungan yang akan kamu dapatkan jika bergelar MBA.
1. Punya pikiran global
Mendapatkan gelar MBA, berarti kamu komitmen untuk bisa mengetahui bisnis secara besar. Sehingga ketika kuliah pun, kamu dituntut untuk bisa berpikir lebih jauh mengenai bisnis global yang sedang hangat dan isu terkini.
2. Mendapatkan yang terbaik
Untuk meraih gelar MBA ini kamu tentu diminta agar mendiskusikan tren bisnis masa kini dengan sejumlah mentor, serta kamu juga dituntut untuk mencarikan solusi dan masalah yang ada. Sejumlah kampus bahkan memberikanmu kesempatan untuk belajar dengan para ahli terbaik seperti CEO, CFO, sampai CMO.
3. Cocok di segala bidang
Gelar MBA bisa menempatkanmu di sejumlah bidang karier. Gelar ini bisa menjadi pintu gerbang agar kamu mendapat kesempatan mencari karier yang sesuai untuk mengembangkan profesionalitasmu.
4. Kepemimpinan
Kepemimpinan menjadi skill yang diidamkan semua perusahaan. Kamu yang memiliki gelar MBA, mungkin akan mendapatkan banyak skill mengenai kepemimpinan, baik dalam menajemen sampai strategi untuk berpikir.
5. Pandai bicara di depan umum
Kemampuan berkomunikasi juga menjadi skill yang perlu dimiliki oleh mahasiswa. Pendidikan menuju gelar MBA akan menggemblengmu dengan kemampuan bicara di depan umum karena banyaknya tugas presentasi di depan kelas.
6. Koneksi luas
Satu hal yang menarik dari jurusan ini adalah setiap orang saling terhubung satu sama lain. Sehingga mereka bisa membangun koneksi yang luas. Jadi sangat memungkinkan untuk kamu bisa terhubung dengan para alumni.
7. Skill Meningkat
Studi MBA dengan berbagai tugasnya bisa membantumu untuk meningkatkan berbagai skill dengan cepat, misalnya kemampuan akuntansi atau entrepreneurship.
Salah satu perguruan tinggi di Jakarta menekan kan karakter-karakter tersebut. Yaitu Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie.Perguruan tinggi ini sudah menjadi pilihan bagi para siswa-siswi sekolah yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dan ingin menjadi pebisnis di masa depan yang akan datang.

sumber:okezone.com

Entrepreneur Wajib Miliki Karakter Ini

JAKARTA - Kesadaran masyarakat Indonesia untuk berwirausaha masih terbilang cukup rendah. Tak mengherankan, dari 250 juta penduduk Indonesia, hanya 1,56 persen yang berwirausaha. Angka tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan Singapura yang mencapai tujuh persen serta China dan Jepang yang sudah di atas 10 persen.
Oleh sebab itu, CEO Bukalapak, Achmad Zaky mengungkapkan, ada beberapa karakter yang harus dimiliki oleh seseorang sebelum menjadi wirausahawan.
Adapun karakter pertama yang harus dimiliki, ungkapnya, adalah kerja keras. Karakter ini wajib dimiliki oleh orang Indonesia.
"Korea Selatan tahun 1960 lebih miskin dari Indonesia. Tapi dalam beberapa tahun, hanya butuh satu generasi untuk menunjukkan perubahan yang sangat luar biasa. Kerja keras untuk Indonesia harus," ungkapnya saat acara Bukalapak Forum Indonesia Muda di Balai Sarbini, Jakarta Pusat, Senin (16/5/2016).
Dia melanjutkan, karakter kedua adalah harus berani mengambil segala risiko. Terutama, risiko menghadapi kegagalan. Pasalnya, banyak anak muda zaman sekarang yang tidak berani menghadapinya.
"Generasi muda di era ini jangan ngambil pilihan yang safe. Sayang digunakan untuk memilih pilihan yang secure. Coba hal baru, hal yang berisiko," jelasnya.
Karakter ketiga, dia mengimbau agar baik itu calon pengusaha maupun pengusaha yang kini sudah menjalankan usahanya, jangan pernah lekas puas dengan hasil yang sudah didapatkan.
"Build sense of paranoid, enggak pernah comfort. Karena enggak pernah comfort dia selalu cari jalan baru," tutur dia.
Karakter terakhir yang harus dimiliki adalah terus berupaya untuk kreatif dan berbeda dari para pengusaha lainnya. Diharapkan melalui cara ini, generasi membuka jalan satu per satu sehingga menginspirasi generasi berikutnya.
"Terakhir adalah creative and different, don't be follower. Pemimpin masa depan adalah pendobrak," pungkasnya.
Salah satu contoh perguruan tinggi yang menanamkan karakter enterpreneur kepada mahasiswa dan mahasiswi nya adalah Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie

sumber:okezone.com

Minggu, 22 Mei 2016

UKM Sosial: One Step Forward untuk Anak Panti

Minggu 1 November 2015, UKM Sosial Kwik Kian Gie menggelar acara pelatihan “One Step Forward” di Panti Asuhan Permata Hati yang berlokasi di Tambun Utara, Bekasi, Jawa Barat. Hadir menjalani pelatihan 22 anak panti usia 10 - 16 tahun.

Dalam pelatihan tersebut anak-anak diajari untuk membuat kue-kue. Kegiatan ini sendiri merupakan respon UKM Sosial atas keprihatinan dalam masyarakat bahwa banyak panti asuhan tutup disebabkan tidak adanya dana dari donatur tetap. Diharapkan dengan pelatihan ini penghuni panti belajar berswadaya dengan memproduksi sesuatu yang menghasilkan pemasukan bagi panti.

Dari Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie hadir mendampingi para mahasiswa yang tergabung dalam UKM Sosial, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, Drs. Wiwin Prastio, M.M. Hadir pula staf pengajar,  Drs. Brastoro, M.M., yang mengisi sesi motivasi untuk membangkitkan jiwa kewirausahaan anak-anak panti.

Terima kasih kepada UKM Sosial IBIKKG yang dengan kepeduliannya telah berpartisipasi dalam mengatasi problem dalam realita masyarakat di sekitarnya!

We Love You: Perhatian kepada Kaum Lanjut Usia

UKM Sosial Kwik Kian Gie mengadakan kunjungan ke Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 di Cipayung, Jakarta Timur, pada tanggal 28 November 2015 lalu. Kunjungan ini bertujuan mewujudkan kasih sayang mereka kepada kakek dan nenek yang tinggal di panti tersebut. Umumnya para lanjut usia merasa ditinggalkan dan rindu akan rumah, maka UKM Sosial berusaha menciptakan suasana yang nyaman layaknya rumah bagi mereka.

Acara berjudul We Love You ini mengusung tema Home dan diisi dengan kegiatan permainan, pemutaran video, dan kesempatan bagi para lanjut usia untuk mencurahkan hati mereka. Para mahasiswa UKM Sosial membantu menyuapi kakek nenek yang memasuki kategori We Care, yaitu kategori stadium lanjut bagi mereka yang memiliki kekurangan dalam kesehatannya dan memerlukan perhatian khusus.

Semoga acara We Love You yang ketua pelaksananya Angelia Yosefine dari program studi Akuntansi angkatan 2013 menjadi sebentuk perhatian bagi mereka yang umumnya terlupakan dan terpinggirkan karena usia lanjutnya. Semoga kegiatan bersama ini dapat menghibur dan membangkitkan semangat baru dalam diri mereka

Pelatihan untuk Program Manajer Muda Angkatan XIII PT Angkasa Pura I

Pelatihan untuk Program Manajer Muda Angkatan XIII PT Angkasa Pura I yang diselenggarakan oleh Kwik Kian Gie Learning Cente & Advisory berlangsung dari tanggal 18 November s/d 8 Desember 2015 di kampus Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie serta di Gedung Center for Excellence, Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Dengan topik-topik antara lain: High Performing Leadership, Problem Solving and Decision Making, Effective Communication in Business serta Managing Customer Service, para manajer muda angkatan XIII PT Angkasa Pura I ini belajar selama tiga belas hari dari para trainer Dr. H. Robert Sudaryono, S.H., MBA, M.M., Drs. Hasan Zein Mahmud, MBA, Dr. M. Budi Widiyo Iryanto, S.E., M.E., Minto Yuwono, S.E., MBA, Deavvy Johassan, S.Sos, M.Si, Glorya Agustiningsih, S.Sos, M.Si dan Dr. Husein Umar, M.M., MBA. 

Selamat kepada seluruh peserta, selamat berkarya dan semoga kesuksesan senantiasa menyertai Anda semua!

Rabu, 04 Mei 2016

Anak Muda Butuh "Entrepreneur Skill" untuk Hadapi MEA

 JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun ini keberadaan tenaga kerja dari sejumlah negara Asia dipastikan mulai berdatangan ke Indonesia. Sumber daya manusia Indonesia, terutama anak-anak muda, harus punya persiapan matang untuk bersaing dengan mereka di tataran global, dalam hal ini era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). 

"Untuk menghadapi itu (MEA), anak-anak muda harus punya skil wirausaha. Ini serius. Kita harus menyiapkan anak-anak muda tidak cuma siap menjadi pekerja, tetapi bangun lapangan kerja," kata Direktur Inspire Consulting, Ana Sopanah, pada dialog Aktualisasi Peran Pemuda dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)', Minggu (6/3/2016). ‎

Kepala Program Studi Akuntansi Universitas Widya Gama Malang itu menambahkan sebagai agen perubahan anak-anak muda harus mampu menaklukkan dunia sesuai perannya. Mereka tidak cuma harus belajar di kelas, tapi juga aktif berorganisasi untuk meningkatkan kapasitasnya. 

"Mahasiswa harus selalu meningkatkan kompetensinya, baik soft skill maupun hard skill. Mereka harus punya sikap optimistis menghadapi kompetisi global," ujar Ana. ‎



Institus Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie  menanamkan skill enterpreneur terhadap mahasiswa dan mahasiswi nya bertujuan untuk bisa menjadikan para mahasiswa dan mahasiswi mempunyai keahlian di bidang enterpreneur


Sebelumnya, jika mengutip pendapat Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, sebetulnya persiapan Indonesia sudah 88 persen. Untuk itu, masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir menghadapi MEA 2015, karena kebebasan arus barang sebenarnya sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. 


Selain itu, Indonesia memiliki kekuatan tersendiri seperti memiliki tingkat ekonomi terbesar, jumlah penduduk terbanyak dari total 600 juta penduduk ASEAN (39 persen), dan memiliki Gross Domestic Product (GDP) paling tinggi. Di sisi lain, Indonesia memiliki keragaman begitu luas yang membuat pasar Indonesia menjadi kian menarik. 


Dilihat dari sisi suplai dan produksi, Indonesia juga mempunyai sumber daya alam, besarnya jumlah pekerja, investasi yang pesat dan basis produksi. Perlu diingat, Indonesia juga mempunyai kemapanan secara sosial politik dan negara demokrasi yang besar.


Untuk itulah, meskipun ada pihak-pihak yang merasa pesimistis menghadapi MEA, Ana tetap mengajak elemen pemuda dan mahasiswa untuk tidak khawatir menghadapi hal itu. Peraih gelar doktor akuntansi di Universitas Brawijaya Malang itu lebih menitikberatkan pada entrepreneur skill atau keahlian wirausaha yang dibutuhkan oleh anak-anak muda ke depannya.  


"Jiwa wirausaha yang mesti dimiliki pemuda atau mahasiswa itu sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang ekonomi kreatif. Ini yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita," kata Ana.

sumber:kompas.com

The Winning Concept: Dari Rujak di Garasi Hingga Lima Restoran

Dapur Solo berasal dari ide sederhana seorang ibu rumah tangga bernama Swandani Kumarga, biasa dipanggil dengan Ny. Swan. Pada tahun 1988 ia tergugah memulai bisnis rumahan untuk memperoleh pemasukan tambahan. 

Garasi di rumah disulap menjadi tempat berjualan makanan kegemarannya: rujak dan jus buah. Dengan modal Rp.100.000,- ia membeli mesin penghancur es, buah-buahan dan beberapa lusin gelas. Brosur promosi ditulis tangan dan diantarkan dari rumah ke rumah dengan naik sepeda onthel. 

Mulai dengan omset Rp.3.000,- per hari atau Rp.90.000,- s/d Rp.150.000,- per bulan, lambat laun bisnis tersebut menampakkan hasil menggembirakan. Wanita kelahiran Solo 10 Desember 1961 ini memberanikan diri menyewa ruko dan membuka restoran yang menyediakan aneka kuliner khas Solo, seperti Selat Solo, Nasi Langgi dan Asem-Asem Iga.  
Dari garasi ke ruko, dari ruko ke lima restoran plus tiga divisi, yaitu: Dapur Solo Lunch Box, DS Catering Services dan Oleh-Oleh Sowan, Dapur Solo memiliki nilai-nilai yang mendorong semua karyawan untuk bekerja dengan baik. Menarik disimak adalah the Winning Concept-nya yang terdiri dari the winning system, the winning people dan the winning infrastructure. 
Menarik pula bahwa Ny. Swan yang terkenal dengan keramahan dan totalitasnya dalam melayani pelanggan kini coba membuat “replika” dirinya, yaitu dengan mengembangkan konsep “Mas Solo” dan “Jeng Solo” yang bertugas untuk menyapa konsumen, menerima keluhan serta masukan bagi peningkatan di masa depan. 
Demikianlah sedikit dari banyak hal yang disampaikan oleh Ibu Swandani Kumarga, pendiri Dapur Solo, pada Kuliah Umum di Auditorium Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie, Rabu 11 November 2015 lalu. 

Mari bermental juara!

Mahasiswa IBIKKG Mengikuti Overseas Training Tim Pelatda Judo DKI Jakarta




 


Cindy, mahasiswa progdi Akuntansi Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie angkatan 2012, menjalani Overseas Training di Korea Selatan dari tanggal 9 November – 15 Desember 2015. Overseas Training ini merupakan bagian dari persiapan Tim Pelatda Judo DKI Jakarta dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional XIX tahun 2016.

Satu dari sepuluh orang atlet judo yang diberangkatkan untuk pelatihan ini, Cindy adalah juara Judo Kelas 45 kg Putri pada Pekan Olahraga Nasional XVIII tahun 2012 di Riau.

Selasa, 03 Mei 2016

TEMU ALUMNI: ILUBI CONNECT

Acara Temu Alumni Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie berlangsung pada hari Sabtu tanggal 9 April 2016 lalu di Auditorium IBIKKG. Hadir sebanyak 125 orang alumni IBIKKG, dari angkatan 1987 sampai dengan 2011 yang mana semua angkatan nyaris terwakili. Acara Temu Alumni yang mengusung tema ILUBI CONNECT ini diselenggarakan dengan mengingat visi peran-serta alumni guna memajukan program studi dalam kegiatan akademik dan non-akademik. Dengan diselenggarakannya ILUBI CONNECT, diharapkan alumni dapat bertemu, saling sapa dan menyatukan aspirasi, yang selanjutnya dapat bermanfaat baik bagi alumni sendiri, alma mater dan adik-adik angkatan, maupun bagi masyarakat yang lebih luas. 

 HARAPAN-HARAPAN DALAM ILUBI CONNECT: Dalam bincang-bincang yang dipandu oleh Lukito Gunawan selaku Ketua ILUBI, lima orang alumni diundang untuk duduk bersama di panggung dan secara bergantian menyampaikan pandangan dan harapan-harapan mereka yakni Jane Caroline Tunggeleng (angkatan 2010, Sekjen Senat Mahasiswa periode 2012 – 2013), Dharma Mitra (angkatan 93, General Affair Legal Modernland Group), Novena Amauri (angkatan 94, pernah mengajar di IBIKKG, sebelum memiliki bisnis CCTV system ia menjadi manager di Charoen Pokphand Group), Antony Japari (angkatan 92, CEO Capital Life, tiga bersaudara semua kuliah di IBIKKG), Ellen Christina (angkatan 92, pernah mengajar di IBIKKG dan menjadi dosen idola, kini memiliki bisnis di bidang food flavour). Inilah harapan-harapan yang dapat dicatat: penting bila semua bisa terhubung satu dengan lainnya, dengan adanya database dapat diketahui profil alumni sehingga peluang bisnis dapat dieksplorasi, alumni ingin mengembalikan apa yang diketahui yakni pengalaman alumni di lapangan sehingga alumni bisa memberikan manfaat, bahkan juga bagi masyarakat yang lebih luas. Drs. Wiwin Prastio, M.M., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama mengungkapkan harapannya agar ikatan alumni IBIIKGG dapat menjadi solid. Ada pula saran untuk temu alumni berikut, agar keluarga dapat diikutsertakan. Menyangkut peran ILUBI, ada harapan bahwa selain manfaat yang dapat diperoleh alumni, ILUBI pun dapat berperan bagi adik-adik angkatan, misalnya dengan membuka kesempatan bagi mereka untuk dapat melaksanakan magang kerja di perusahaan-perusahaan di mana alumni IBIIKKG bekerja atau merupakan pemilik usaha. 

 ILUBI 

 ILUBI adalah singkatan dari Ikatan Alumni IBIKKG. Sebagai ketua yang pertama adalah H. Abdul Aziz, S.E. dari jurusan Manajemen angkatan 89, biasa dipanggil dengan Bang Aziz. Ketika Bang Aziz terjun ke dunia politik sebagai anggota salah satu partai politik dan dipercaya untuk duduk sebagai anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2009 – 2014, maka kepemimpinannya di ILUBI dibantu oleh Bob Hariyanto. Menjelang penghujung tahun 2012 Ketua ILUBI beralih kepada Lukito Gunawan, S.E. “Temu Alumni: ILUBI CONNECT” bukanlah acara reuni yang diadakan untuk pertama kali, namun demikian tampak dari antusiasme alumni yang hadir, ILUBI CONNECT menghembuskan semangat baru untuk berjejaring sebagai komunitas bagi mereka yang lahir dari alma mater yang sama. Dengan demikian, dalam kesederhanaannya “Temu Alumni: ILUBI CONNECT” telah mendukung ILUBI, yang visinya tak lain tak bukan adalah membangun sinergi antar alumni dan alma mater melalui jejaring. Viva ILUBI!

Mau Jadi Entrepreneur? Jadilah Kreatif!

Talk show seputar industri kreatif dengan topik “Creativity of an Entrepreneur” diselenggarakan oleh UKM IMS (Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie Marketing Society) pada tanggal 30 November 2015 di Auditorium IBIKKG. Topik yang merupakan bahan perbincangan hangat karena adanya gagasan Presiden RI Joko Widodo tentang industri kreatif ini mengupas strategi pemasaran bisnis dengan menghadirkan empat narasumber yaitu Edho Zell (youtuberinstagrammer sekaligus video blogger), Yasa Singgih (pemilik Men’s Republic), David Jordan (pemilik usaha minuman DOT), serta Salim Pranata (pemilik Sansino Café).

Nama Edho Zell tidak asing di industri hiburan Indonesia sedangkan Yasa Singgih adalah seorang miliuner muda yang sedang menjalani jenjang pendidikan di Binus University, namun sukses menciptakan produk Men’s Republic. Pemilik minuman DOT (Drink Like The Old Time) David Jordan adalah mahasiswa Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie program studi Ilmu Admintrasi Bisnis, sementara Salim Pranata terkenal di Bekasi karena makanan yang unik dari café-nya


Diharapkan talkshow ini merangsang munculnya para entrepreneur muda.

Menularkan Kampus Sadar Lingkungan

RUANG terbuka yang luas dan rindang dengan pohon sudah lama jadi wajah kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat. Namun, itu belum cukup untuk membuat kampus ramah lingkungan.
Paham akan laju perubahan iklim, pengurangan emisi karbon pun menjadi perhatian mereka beberapa tahun ini. Terbaru, UI berupaya menghitung jejak karbon (carbon footprint) mereka. Tidak hanya sendiri, UI mendorong kampus-kampus lain untuk melakukan serupa.
Itulah yang menjadi parameter terbaru dalam UI Greenmetric World University Ranking. Ini merupakan program berskala internasional yang dibuat UI untuk pemeringkatan kampus yang memiliki wawasan lingkungan dengan beragam indikator.
Diadakan sejak 2010, program pemeringkatan itu menggunakan metode kuesioner yang disertai dengan bukti konkret berupa foto maupun data peningkatan akibat diadakannya program ramah lingkungan. Setiap tahun, indikator pemeringkatan terus disempurnakan. Selain jejak karbon, pemeringkatan dinilai lewat penataan infrastruktur kampus, energi alternatif ramah lingkungan, pengolahan sampah, pengolahan limbah air, transportasi, dan pendidikan.

Peserta pun meningkat dari 360 universitas, contohnya Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie. Pada 62 negara di 2014 menjadi 407 peserta dari 65 negara di 2015. Tahun ini, UI berada pada peringkat ke-33 dari 407 kampus yang menjadi partisipan UI Greenmetric World University Ranking.

Ketua UI Greenmetric World University Ranking Riri Fitri Sari menjelaskan parameter jejak karbon dihitung berdasarkan jumlah kendaraan bermotor yang masuk setiap hari dikali luas keliling kampus dan ditambah dengan beban listrik.
Di UI, ia mengakui beban emisi bus memang dua kali lipat dari emisi mobil. Namun, menghitung muatan penumpang yang jauh lebih banyak daripada mobil, pemaksimalan transportasi dengan bus dapat menjadi salah satu cara mengurangi emisi. Sayang, ia mengaku tidak mengetahui dengan pasti jumlah emisi karbon dari universitas dengan sekitar 47 ribu mahasiswa itu.
“Saya lupa angka pastinya, jejak karbon kami, tetapi kalau listrik itu bisa mencapai 10juta kWh per tahun. Ini yang sedang kami pikirkan untuk memiliki inovasi agar emisi berkurang, salah satunya penggunaan solar panel secara menyeluruh di gedung Inter-Faculty Club dengan jumlah kapasitas 25 ribu kWh,” tuturnya saat ditemui di Gedung Perpustakaan Lama UI, Kamis(28/1).
Untuk menekan penggunaan kendaraan bermotor pribadi, UI menaikkan tarif masuk. Namun, Riri mengakui cara ini nyatanya belum signifikan menekan jumlah kendaraan bermotor.
Adopsi gaya kampus lain
Sekretaris UI Greenmetric yang juga dosen Fakultas Teknik, Nyoman Suwartha, mengungkapkan pembentukan kampus yang nyaman dan ramah lingkungan sangat bergantung pada kesadaran semua pihak. Tidak hanya akademisi, tetapi juga mahasiswa.
Cukup bangga pada para mahasiswa yang telah melakukan gerakan sadar lingkungan di fakultas masing-masing. Gerakan itu berwujud pemilihan sampah, kewajiban menanam pohon bagi mahasiswa baru, hingga membawa ikan untuk dilepas di danau kampus.
Nyoman juga berkeinginan untuk mengadopsi upaya ramah lingkungan dari kampus-kampus lain di dunia. Di National Pingtung University, Taiwan, konsep pengolahan air didesain menarik sehingga menjadi tempat rekreasi bagi mahasiswa. Pun dengan bangunannya yang didesain agar minim pencahayaan dengan listrik.
“Taiwan itu sangat bagus, Thailand juga mulai mengejar peringkat berwawasan lingkungan. Banyak hal yang bisa kita adopsi dari kampus luar negeri kok, seperti menyiram tanaman dengan bersepeda, itu tentu sangat menyenangkan sekaligus menyehatkan,” tutur Nyoman.
Terkait dengan infrastruktur pengolahan air, UI masih dalam tahap pengupayaan. Baik Nyoman maupun Riri mengaku kampusnya bukan berarti paling baik dan masih banyak hal yang diperbaiki supaya bisa menjadi percontohan kampus ramah lingkungan.
Mereka pun sepakat untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sebagai gaya tren masa kini, salah satunya dengan menggalakkan kampanye ‘nebeng’. (Wnd/M-3)
sumber:mediaindonesia.com

Kampus Bantu Ukir Prestasi Bidang Olahraga

SEBANYAK 11 pembalap sepeda gunung merajai podium pada arena balap sepeda gunung bertajuk Universitas Budi Luhur (UBL)-JPG-ISSI Tangerang Selatan-Sinarmas Land MTB XC Open Championship 2015 yang berlangsung di sirkuit Taman Kota 2, BSD City, Sabtu (9/5) dan Minggu (10/5).

Mereka di antaranya Zaenal Fanani dari Thrill Factory Team untuk kategori Men Elite 8 lap, M. Mardanil Arham (Bolo Sewu Team) untuk Men Junior 5 lap, Kusmawati Yazid (Polygon Factory Team) kategori Women Open 4 lap, Apit Cengos (Pedalink - Ranger) kategori Men Master A 3 lap, dan Syahrul Anwar untuk Men Master B 3 lap.
Ketua Pengurus Yayasan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro, MBA, menyatakan pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan olahraga nasional, khususnya cabang balap sepeda gunung.
''Kami berharap melalui kejuaraan ini mampu melahirkan bibit pembalap baru berkualitas dan mampu berprestasi di kancah nasional dan internasional. Kampus mesti ikut membantu tercapainya prestasi dalam olahraga,'' kata Kasih Hanggoro. Hadir pula Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.
Pada kejuaraan itu, UBL juga mendukung dalam pembibitan serta pembinaan prestasi balap pada para generasi muda. UBL memberikan beasiswa kepada peraih peringkat I, II dan III di kategori kelas Men Junior untuk melanjutkan pendidikan di UBL yakni M Mardanil Arham dari Bolo Sewu Team, Tomi Hidayah (Bolo Sewu Team), dan Moch. Raihan Salim (Dallas Racing Team Surabaya).
Kampus Kwik Kian Gie pun juga membantu mahasiswa yang mengukir prestasi dibidang olahraga,seperti Tae Kwon Do , Sepak Bola, dan lain-lain.
Universitas Budi Luhur (UBL)-JPG-ISSI Tangerang Selatan-Sinarmas Land MTB XC Open Championship 2015 sendiri memperebutkan hadiah dengan nilai total Rp 63 juta.
Yang diperlombakan ialah kelas Men Elite, Women Elite/Open, Men Senior Open (19 tahun-30 tahun), Men Master Expert (31 tahun-48 tahun), Master A (31 tahun-39 tahun), Master B (40 tahun-48 tahun), Men Veteran (49 tahun ke atas), Men Junior (14 tahun-18 tahun), dan Full Suspension Men Open (31 tahun ke atas).
Pada ajang itu, suasana bazar dan race ramai banyak dikunjungi oleh pengunjung dari dalam dan luar kota selain dihadiri peserta dari 263 tim dari semua kategori se-Indonesia. Mereka di antaranya berasal dari Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Sumbar, Kalimantan, dan NTB.
Sementara itu, Walikota Tangsel Airin berjanji merevitalisasi lintasan MTB JPG. ''Revitaliasi ialah bagian dari upaya kami untuk mendukung olahraga sepeda gunung,'' tukas dia. (H-2)
sumber:mediaindonesia.com

Mahasiswa, Mulailah Berbisnis dari Usaha Kecil!

JAKARTA - Dunia wirausaha menarik minta banyak anak muda Indonesia. Antusiasme ini kian tinggi ketika perguruan tinggi memfasilitasi dengan berbagai pendidikan kewirausahaan.
Namun, untuk menjadi pengusaha sukses, kita harus memulainya dari hal-hal kecil. Itulah pesan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof Bambang Cipto MA, kepada para peserta pameran wirausaha di kampusnya, belum lama ini.
"Karena dengan usaha kecil tersebut dapat menjadi training down bagi mahasiswa sehingga ke depannya dapat menjadi wirausaha tulen yang sukses," ujar Bambang, seperti dikutip dari laman UMY, Selasa (26/4/2016).

Sementara itu, Kepala Student Entrepreneurship and Business Incubator (SEBI) UMY, RR Sri Handari Wahyuningsih SE MSi, menjelaskan, ada sekira 170 kelompok mengajukan proposal usaha, namun hanya 66 kelompok terseleksi dan bisa mengikuti pameran. Kegiatan ini, ujar Sri, dimaksudkan untuk membangun iklim pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswa. Dengan begitu, tim mahasiswa bisa menggali ide kreatif dalam menciptakan usaha.
"Selain Expo juga akan ada penilaian terhadap hasil kreasi wirausaha mahasiswa. Tim penyeleksi akan memilih kelompok-kelompok bisnis yang akan didanai oleh universitas untuk memulai usahanya, dana yang mereka terima nantinya juga bisa menjadi tambahan modal. Pada tahap ini akan ada uji produk, evaluasi kelayakan dan kesiapan kelompok dan wawancara dari masing-masing kelompok," jelasnya.

Sri menambahkan, UMY memiliki dana untuk membantu mahasiswa mewujudkan usaha yang ingin dibangunnya. "Tentu sesuai dengan kelayakan usaha mereka. Seperti untuk technopreneurship, dana maksimal berkisar Rp10 juta rupiah, produk kreatif Rp5 juta rupiah, dan untuk kuliner dana maksimal berkisar Rp3 juta rupiah," tambahnya.
Di kampus Kwik Kian Gie beberapa mahasiswa sudah mulai berbisnis dari usaha-usaha kecil sumber: okezone.com

Kampus Mesti Tumbuhkan Kepedulian Sosial

KEBERADAAN kalangan perguruan tinggi tidak hanya lekat dengan kegiatan akademis semata. Lebih dari itu, mereka harus dapat bermanfaat memberi pendampingan kepada kaum yang lemah.
Demikian disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Çakti, Kasih Hanggoro, MBA, pada jajaran pimpinan Universitas Budi Luhur (UBL) dan Akademi Sekretaris Budi Luhur saat pelatihan team building di Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini.
Pak Aang, demikian Kasih Hanggoro, menyatakan saat ini di tengah masa-masa globalisasi ini, masyarakat makin egois dan apatis atas kalangan sekitarnya termasuk mereka yang lemah seperti penyandang disabilitas.
''Karena itu, melalui team building yang antara lain kegiatannya ialah mengunjungi penyandang tuna netra di Panti Tuna Netra Wiyata Guna di Bandung, kami harap nilai dan kedulian sosial tetap terjaga di dunia kampus. Sebab, dengan menjaga kepedulian sosial pada sesama, itu sama juga kita menjaga nilai-nilai berbudi luhur,'' kata Pak Aang.
Fenti Sofiani, S.Pd, MM selaku Ketua Acara Team Building UBL sekaligus Direktur Akademi Sekretari Budi Luhur menambahkan pada pelatihan team building itu, jajaran pimpinan UBL serta Akademi Sekretaris Budi Luhur dibagi dalam enam kelompok.
Mereka lantas diminta membuat berbagai hidangan, seperti bakwan jagung goreng dan es buah yang kemudian disajikan kepada para penghuni Wiyata Guna. Bersama para penghuni panti, peserta pelatihan team building pun turut belajar menulis dalam huruf braille. Hasil karya tulisan itu kemudian  diperiksa oleh penghuni Panti Wiyata Guna.
Acara diakhiri dengan penyerahan bantuan yang diwakili Rektor UBL Prof Dr Suryo Hapsoro, Phd, yang diterima oleh perwakilan Panti Wiyata Guna. ''Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi para penyandang tuna netra di Panti Wiyata Guna,'' pungkas Suryo. (H-2)seperti kampus Kwik Kian Gie yang sudah menumbuhkan jiwa sosial kepada mahasiswa dan para pekerjanya
sumber:mediaindonesia.com