Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Mei 2016

BBM Hadirkan Fitur Video Call untuk Android


BBM Hadirkan Fitur Video Call untuk Android



Para pengguna BlackBerry Messenger (BBM) dengan pengoperasian Windows 10 mungkin sudah dapat merasakan fitur video call pada aplikasi ini. Namun para pengguna smartphone dengan paltform Android dan iOS nampaknya masih harus cukup bersabar untuk dapat menikmati hal serupa.

Seperti dilansir dari Ubergizmo, Minggu (1/5/2016), kabar baiknya adalah perusahaan telah mengumumkan bahwa mereka telah membangun fitur ini dan mengujinya untuk smartphone berbasis Android. Namun, fitur video call ini baru bisa dinikmati para pengguna aplikasi BBM di negara Amerka Serikat (AS) serta Kanada dan dapat diunduh melalui Play Store. 

Melihat uji coba yang telah dilakukan BlackBerry di kedua negara tersebut. Disinyalir fitur ini akan hadir di beberapa negara lainnya dan mungkin juga segera menyusul untuk platform iOS. 

Sebagai catatan, perusahaan asal Kanada yang pernah sukses dengan penjualan smartphone ini. Saat ini lebih memfokuskan diri pada peningkatan produk software dan penggunanya. Smartphone Android pertama BlackBerry Priv kurang mendapat respon positif karena harganya terlalu mahal.

Bukan Orang Jepang, Penemu Bitcoin Menampakkan Diri






Misteri tentang siapa sebenarnya pencipta mata uang digital, Bitcoin kemungkinan telah terkuak. Baru-baru ini, seorang pria mengaku sebagai "Satoshi Nakamoto," nama yang selama ini dianggap sebagai penemu Bitcoin.

Nama "Satoshi Nakamoto" yang selama ini dianggap sebagai penemu Bitcoin, ternyata hanyalah nama samaran saja yang dipakai oleh pria berkewarganegaraan Australia bernama Craig Wright.

Kepada media BBC, Wright bersikeras bahwa ia sebenarnya adalah Satoshi Nakamoto, nama samaran si pembuat cryptocurrency yang selama ini dikenal.


Dikutip KompasTekno dari Digital Trends, Senin (2/5/2016), Wright telah memperlihatkan bukti-bukti yang mendukung pernyataannya tersebut kepada BBC. Bukti tersebut termasuk kunci cryptographic yang kemungkinan hanya dimiliki oleh Satoshi Nakamoto. 
 
Kunci itu sendiri dikatakan Wright digunakan dalam transaksi pertama Bitcoin pada tahun 2009 lalu. 

Tanggapan komunitas Bitcoin

Bagaimana pendapat dari komunitas Bitcoin itu sendiri? Menurut BBC, komunitas Bitcoin sepertinya mengakui klaim tersebut.

"Anggota terkemuka dari komunitas Bitcoin dan tim inti pengembangannya juga telah mengonfirmasikan klaim Wright," tulis BBC.

Selain itu, Jon Matonis, salah satu pendiri ternama Bitcoin Foundation pun meyakini bahwa Wright adalah penemu Bitcoin. Hal tersebut diyakininya setelah melihat beberapa bukti yang diajukan oleh Wright. 

"Pada sesi pembuktian di London, saya memiliki kesempatan untuk mengulas data relevan pada tiga hal yang berbeda: cryptographic, sosial, dan teknis," tutur Matonis.

"Ini adalah keyakinan saya bahwa Craig Wright telah memenuhi ketiga kategori tersebut," imbuhnya.

Mengapa baru sekarang?

Kepada media BBC, Wright sayangnya tidak terlalu jelas mengungkapkan alasan, mengapa baru membuka jati dirinya saat ini.

"Saya tidak memutuskan. Saya memiliki orang-orang untuk menentukan masalah ini bagi saya. Dan mereka membuat tidak membuat hidup sulit bagi saya, tetapi bagi teman, keluarga, dan karyawan saya," ujar Wright.

"Dan saya tidak mau mereka terpengaruh akan hal ini. Jadi saya akan melakukan ini sekali dan hanya sekali, saya hanya akan muncul sekali di depan kamera, dan tidak akan muncul lagi untuk stasiun televisi mana pun atau media apa pun," imbuhnya. 

Dalam wawancara tersebut, Wright juga mengaku akan menolak semua hadiah atau penghargaan yang mungkin akan diterimanya di masa yang akan datang terkait dengan Bitcoin.

sumber:kompas.com

Ponsel Android Bakal Mengerti Bahasa Jawa

 Google mengumumkan akan bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk membuat mesin yang bisa mempelajari bahasa Jawa.

Kerja sama tersebut merupakan bagian dari Project Unison, yaitu proyek penelitian Google untuk membuat suara text-to-speech yang cepat, murah dan efisien, khususnya untuk bahasa dengan sumber referensi yang terbatas.

Cara kerja proyek ini adalah mengumpulkan berbagai rekaman tuturan berbahasa Jawa dan memamakainya sebagai model bahasa di berbagai produk Google.

Sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi Google kepadaKompasTekno, Selasa (3/5/2016), jika proyek tersebut sukses maka ponsel Android akan bisa memahami perintah (voice input) atau membacakan teks (text-to-speech) dalam Bahasa Jawa.

Di Indonesia sendiri terdapat kurang lebih 80 juta orang yang berbicara dalam bahasa Jawa. Merekalah yang diharapkan bisa mendapatkan manfaat besar dari fitur ini.

Sekadar diketahui, membuat fitur text-to-speech cenderung sulit dilakukan, apalagi untuk bahasa dengan sumber daya terbatas. Pasalnya proyek seperti ini membutuhkan banyak data percakapan dan biaya tinggi.

Namun kemajuan teknologi telah menyederhanakan metode pengumpulan data dan mengecilkan biaya yang dibutuhkan. Kini Google bisa mengumpulkan data hanya memakai perangkat seharga 2.000 dollar Amerika Serikat atau setara Rp 26 juta.

Harga tersebut untuk perangkat yang terdiri dari komputer, mikrofon, USB converter dan pre-amplifier.

Sebelumnya, Google juga telah berhasil menyelesaikan Project Unison untuk Bahasa Bengali, India, yang total memiliki 210 juta orang penutur.

Tolak Serahkan Data, WhatsApp Diblokir

Aplikasi pesan instan WhatsApp diblokir oleh pemerintah Brazil selama 72 jam, terhitung sejak Senin (2/5/2016) siang waktu setempat. Penyebabnya, WhatsApp menolak memberi data penggunanya kepada pemerintah Brazil yang ingin memakainya untuk penyelidikan tindakan kriminal.

Ceritanya, pada 2013 lalu pemerintah Brazil berniat membuka data pengguna WhatsApp terkait dengan berbagai penyelidikan aksi kriminal online. Namun sistem enkripsi yang dipakai aplikasi tersebut membuat data-data tidak dapat dibuka dari luar.

Akhirnya, pada persidangan yang dilangsungkan pada 26 April lalu, hakim pengadilan Brazil meminta operator seluler di Brazil memblokir layanan pesan instan tersebut. Perintah pemblokiran telah disampaikan oleh hakim Marcel Montavao.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Digital Trends, Selasa (3/5/2016), Montavao meminta agar lima operator telekomunikasi utama Brazil memblokir akses WhatsApp selama 72 jam.

Operator telekomunikasi yang melanggar perintah tersebut terancam sanksi denda senilai 500.000 real atau 140.000 dollar Amerika Serikat. Nilainya setara dengan Rp 1,8 miliar.

“Kami telah bekerja sama semampunya. Keputusan pemblokiran yang diambil oleh hakim di Sergipe membuat kami kecewa. Akibatnya 100 juta orang pengguna kami di Brazil bakal ikut menanggung hukuman tersebut, hanya demi memaksa kami menyerahkan informasi yang tidak kami miliki,” ujar juru bicara penyedia layanan pesan instan tersebut.

Pernah terjadi sebelumnya

Sebelumnya, WhatsApp juga pernah mengalami situasi serupa di Brazil pada Desember 2015 lalu. Perusahaan menolak menyerahkan data yang akan digunakan untuk penyelidikan kriminal sehingga pengadilan memerintahkan blokir selama 48 jam.

Namun perintah tersebut akhirnya tak berjalan efektif. Masyarakat setempat yang berkomunikasi mengandalkan aplikasi tersebut justru marah dan kecewa pada tindak pemblokiran.

Setelah berbagai rentetan kekecewaan menyesaki media sosial, pemerintah kembali membuka blokir WhatsApp. Total durasi pemblokiran saat itu hanya berlangsung 12 jam.

sumber:kompas.com

Microsoft Larang Cortana Pakai Google dan Chrome


Hasil gambar untuk cortana

Microsoft memutuskan untuk melarang asisten digital Cortana mengakses mesin pencari milik Google dan Chrome.
Dengan demikian, semua pencarian melalui Cortana di Windows 10 otomatis memakai mesin pencari milik Microsoft, Bing. Tidak lagi bisa menggunakan Google Search.
Selain itu, Cortana hanya akan menggunakan aplikasi browser Microsoft Edge. Browser lain, seperti Chrome, Firefox, dan Opera harus gigit jari.
Sebelumnya, pengguna Cortana di Windows 10 bisa mengganti mesin pencari dan browser yang mereka gunakan. Umumnya, pengguna menanggalkan Bing dan Edge, lalu menggantinya dengan Google Search dan Chrome.

Microsoft beralasan aturan baru ini diberlakukan demi memberi pengguna pengalaman pencarian yang lebih baik.
"Satu-satunya cara agar kami yakin bisa mempertahankan pengalaman personalisasi pencarian adalah dengan menyatukan Cortana, Edge, dan Bing," tulis General Manager of Search and Cortana, Microsoft, Ryan Gavin seperti dilansir KompasTekno dari blog Windows, Senin (2/5/2016).

Sekadar diketahui, bukan cuma Microsoft yang menyatukan aplikasi asisten pribadi dengan mesin pencari buatan sendiri. Siri milik Appledan Google Now milik Google juga melakukan hal serupa. Keduanya masing-masing terkunci pada satu jenis mesin pencari.
Keharusan menggunakan Edge dan Bing ini hanya berlaku untuk Cortana. Pengguna Windows 10 masih bisa menggunakan browser dan mesin pencari lain untuk pemakaian sehari-hari.

Jerman Pasang Lampu Lalu Lintas Khusus Pengguna "Smartphone"

Sibuk memandangi smartphone sambil berjalan di tengah kota memang berbahaya. Salah-salah bisa celaka disambar kendaraan bermotor karena tak awas dengan lingkungan sekitar.

Pemerintah kota Augsburg di Jerman rupanya sudah capek dengan pejalan kaki model begini. 

Seperti dirangkum KompasTekno dari The Washington Post, Senin (2/5/2016), alih-alih cuma mengimbau supaya tak sibuk dengansmartphone di jalanan, pihak pemkot Augsburg pun memutuskan untuk memasang lampu lalu lintas khusus untuk penggunasmartphone.

Letaknya bukan di tiang seperti umumnya lampu lalu lintas, tapi di bawah, tertanam di trotoar seperti pembatas jalan. Dengan begini, para pejalan kaki yang sibuk menunduk karena memandangi layarsmartphone diharapkan tak luput melihatnya. 

“Kami menyadari bahwa lampu lalu lintas biasa tak lagi berada dalam pandangan para pejalan kaki belakangan ini,” kata seorang anggota dewan kota Augsburg bernama Tobias Harms.

“Jadi kami memutuskan untuk memasang lampu-lampu tambahan. Semakin banyak lampu, semakin besar pula kemungkinan para pejalan kaki bakal melihatnya,” lanjut dia.

Sejauh ini, lampu lalu lintas untuk pejalan kaki yang sibuk dengansmartphone itu sudah dipasang di dua pemberhentian trem. Lampu-lampu akan berkedip dengan warna merah apabila ada trem yang tengah melaju.

Warga Jerman sebenarnya dikenal taat aturan lalu lintas. Namun, gara-gara sibuk dengan smartphone, banyak di antara mereka yang tak menyadari rambu-rambu di sekitar. 

Akibatnya bisa fatal. Maret lalu di kota Munich -juga di Jerman-, seorang gadis berusia 15 tahun tewas terseret kereta karena sibuk mengetik pesan teks sambil menyeberang rel.

Beberapa kota di negara lain juga mulai berupaya mengamankan para pejalan kaki yang sibuk dengan smartphone.

Kota Chongquing di China, misalnya, sejak 2014 memisahkan jalur trotoar menjadi dua lajur: satu untuk pejalan kaki biasa, satu lagi untuk pejalan kaki yang mengutak-atik ponsel.

Lalu, kota New Jersey di AS berencana mengeluarkan aturan baru untuk menghukum pejalan kaki yang menyeberang jalan sambil memandangi ponsel.

sumber:kompas.com

ASRock dan Intel Garap PC Terkecil, DeskMini

ASRock dan Intel Garap PC Terkecil, DeskMini




Beragam mini PC yang hadir mungkin belum bisa mencuri perhatian konsumen. Hal ini tentunya tidak membuat para produsen hardware menyerah dalam terus menciptakan mini PC. ASRock, ASUS, Acer, dan Intel adalah pemain yang mulai serius menggarap produk mini PC.

Belum lama ini ASRock mengumumkan kerja sama dengan Intel dalam menggarap varian mini PC terbaru, yang akan bernama DeskMini.
Tidak seperti mini PC biasa, DeskMini diklaim sebagai salah satu mini PC dengan ukuran terkecil di dunia. Salah satu teknologi pendukung yang ditanam adalah form-factor terbaru bernama Mini Socket Technology Extended.

"Form-factor Mini Socket Technology (Mini-STX) menambah fleksibilitas dalam mendukung prosesor Intel socket LGA 1151 untuk segmen mini PC," kata Client Marketing and Enabling Director Intel Corp, Steve R. Peterson, dalam keterangan resmi ASRock.

Berbeda dengan form-factor lainnya, Mini-STX tidak hanya memberikan akses kepada pengguna untuk mengganti prosesor mini PC DeskMini ketika mereka ingin upgrade, Mini-STX juga memberikan ruang lebih untuk dua unit HDD berukuran 2,5 inci, yang nantinya dipasang pada PC mungil tersebut.

Ukuran yang lebih kecil juga berimbas pada konsumsi daya yang lebih efisien dan irit, tetapi tetap memiliki performa yang dimiliki Intel NUC saat ini. Hal tersebut dibuktikan lewat screenshot benchmark yang bisa Anda lihat di bawah ini.

sumber:metrotvnews.com


LG Tanam Pemindai Sidik Jari di Bawah Layar Smartphone

LG Innotek mengumumkan telah mengembangkan modul sensor pemindai sidik jari yang tertanam di bawah kaca pelapis layar smartphone. Modul ini akan hadir dengan dimensi 0,03mm.

Menurut The Verge, modul pada bagian kaca khusus ini memungkinkan desainer membenamkan pemindai sidik jari tanpa perlu menyematkan tombol khusus atau elemen lain yang terlihat oleh mata pengguna.

LG juga mengungkap, kemampuan pengenalan sidik jari pada modul di bawah kaca ini lebih baik jika dibandingkan dengan sensor yang tersemat pada tombol khusus. Modul ini juga dinilai memiliki risiko 
error lebih kecil dibandingkan tombol fisik.

Keunggulan lain yang ditawarkan modul ini, yaitu memungkinkan perangkat berbekal kemampuan tahan air serta hadir dengan desain lebih sederhana dan menawan. Pengembangan modul ini menjadi salah satu cara LG menanggapi fitur yang tengah menjadi tren di kalangan produsen smartphone ini.

Namun, LG belum mengumumkan perangkat, baik perangkat buatan LG maupun pihak ketiga, yang akan menggunakan modul ini. Kabar yang beredar menyebut, LG tengah dalam tahap diskusi dengan beberapa produsen smartphone yang berminat untuk mengomersialisasikan modul sensor dalam tahun ini
.

Google Gandeng UGM Ciptakan Text-To-Speech Bahasa Jawa

Pada hari ini, Senin (2/5/2016), Google mengumumkan bahwa mereka akan bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) dalam Project Unison.

Tujuan dari proyek ini adalah mengumpulkan data penuturan bahasa Jawa sehingga Google dapat membuat suara Text-to-Speech (TTS) dalam bahasa Jawa.Google menyebutkan, di Indonesia, terdapat 80 juta orang yang berbicara dengan bahasa Jawa. Karena itu, Google ingin membuat Android dapat menerima input dalam bahasa Jawa dan dapat membacakan teks dalam bahasa Jawa.

Dulu, membuat suara TTS adalah hal yang sulit. Karena untuk melakukan hal ini diperlukan data audio yang besar dan juga biaya yang tinggi. Namun, sekarang, dengan kemajuan teknologi dalam hal pembelajaran mesin, Google menyebutkan bahwa mereka dapat membuat model suara dengan data yang terbatas.

Perangkat yang Google perlukan -- komputer, mikrofon, USB converter dan preamplifier -- hanya memakan biaya sebesar USD2.000 atau sektiar Rp26,4 juta.

Pada awal bulan Mei, FIB UGM akan menyediakan ruangan dan peserta untuk mengumpulkan data suara dalam bahasa Jawa. Data yang dikumpulkan ini akan dibuat agar dapat diakses secara terbuka dalam waktu beberapa minggu ke depan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengembang Indonesia untuk membuat teknologi dengan bahasa Jawa.

Selain dengan UGM, Google juga bekerja sama dengan Universitas Reykjavik untuk Bahasa dengan Sumber Daya terbatas dalam rangka memperbanyak bahasa yang tersedia secara open source di internet.

sumber:metrotvnews.com

Dianggap Meniru, Instagram Minta Aplikasi ini Ubah Nama

Dianggap Meniru, Instagram Minta Aplikasi ini Ubah Nama
Instagram menuntut aplikasi gerakan anti-sampah asal Inggris, Littergram, untuk mengubah namanya. Littergram ini dinilai telah melanggar hukum terkait dengan merek dagang aplikasi media sosial untuk berbagi foto dan video singkat ini.

Menurut Phone Arena, Littergram digunakan untuk mempromosikan kampanye anti-sampah. Aplikasi ini memungkinkan pengguna memotret sampah dan polusi, untuk dilaporkan ke pihak berwenang. Tidak hanya sampah dalam bentuk fisik, aplikasi ini juga mendaftarkan beberapa perilaku sebagai sampah, seperti mengemudi dalam keadaan mabuk.

Merek Littegram ini didaftarkan oleh pendirinya, Danny Lucas, pada Desember 2015. Namun, pendaftaran ini dicegah pengacara Instagram, yang menyebut sangat menghargai misi sosial dan upaya yang dilakukan Littergram, namun meminta aplikasi ini mengganti namanya. Selain itu, permintaan ini didasari oleh eksploitasi penggunaan media sosial, yang juga serupa Instagram.


Lucas kemudian mengunggah video yang ditujukan kepadafounder Facebook dan pemilik Instagram, Mark Zuckerberg. Pada video ini, Lucas menjelaskan mengganti nama aplikasinya dapat menghancurkan kerja kerasnya dan tim.

Meskipun demikian, Instagram tidak mengubah keputusannya dan tetap menuntut Littergram untuk mengubah namanya. Hal serupa juga dilakukan oleh pihak Facebook, yang juga menilai metode yang diterapkan aplikasi Littergram serupa Instagram.

Namun, pihak Facebook berharap kedua aplikasi ini dapat mencapai kesepakatan sebelum kasus ini masuk ke ranah hukum
.

sumber:metrotvnews.com

Minggu, 01 Mei 2016

WhatsApp Kembali Kembangkan Fitur ‘Call Back’

WhatsApp belakangan rajin menambah fitur baru.
Selain dukungan sharing file Zip, WhatsApp juga diduga sedang mengembangkan fitur "Call Back".
Pengguna bisa langsung menelepon kembali kontak yang melakukan missed-call tanpa perlu membuka aplikasi WhatsApp.
Caranya adalah dengan menyentuh tombol missed-callWhatsApp yang muncul di notification bar.
WhatsApp agaknya turut berencana menambah fitur voicemail tambahan untuk perangkat iOS, yakni "Record Voice Mail" dan "Send Voice Mail".
Sekarang WhatsApp belum bisa dipakai mengirim file Zip, melakukan call back instan, ataupun mengirim voicemail.
Fitur-fitur tersebut agaknya baru akan ditambahkan dalam update yang bakal segera dirilis.

WOW, sekarang FBI 'boleh' retas semua komputer di muka Bumi

Badan investigasi Amerika, FBI, sepertinya belum kapok berurusan dengan keamanan data digital. Setelah melawan Apple, kini FBI dinyatakan boleh meretas semua jenis komputer oleh Supreme Court alias MA-nya Amerika Serikat.
Seperti yang dilansir oleh Techworm (30/04), Supreme Court AS telah menyetujui perubahan undang-undang federal nomor 41 soal prosedur kriminal. Perubahan ini berisi perizinan bagi hakim di Amerika untuk mengeluarkan surat perintah pencarian informasi elektronik di luar wilayah yuridiksi mereka.
Artinya, hanya dengan satu surat perintah hakim, FBI diizinkan untuk meretas komputer di Amerika, dan kota lain di dunia demi kepentingan investigasi kasus kriminal. Aturan baru ini juga berlaku bagi mereka yang menyembunyikan identitas di dunia maya.
Sontak perubahan undang-undang itu mendapat kritik dari banyak pihak, salah satunya Google. Lewat blog resminya tahun 2015 lalu, Google sudah menentang aturan baru ini karena dianggap bisa mengganggu privasi semua pengguna internet.
Kabar buruk lainnya, karena yang dimaksud adalah semua jenis komputer, maka tidak hanya PC yang boleh diretas oleh FBI. Smartphone, tablet, perangkat mobile lain yang berbasis 'komputer' akhirnya boleh ikut diretas.
sumber:merdeka.com

Tongsis bakal digusur kamera terbang

Inovasi baru kamera terbang mungkin akan mengubah segalanya. Perusahaan teknologi asal Tiongkok, Zero Zero Robotics mengumumkan Hover Camera, kamera terbang yang memungkinkan pengguna mengambil gambar beresolusi tinggi dari jarak jauh.

Dikutip dari Digital Spy, Hover Camera memiliki berat hanya 238 gram dan dapat dikendalikan melalui sebuah aplikasi, yang juga memungkinkan video untuk disiarkan secara langsung.

Berbeda dari pesawat tanpa awak, perangkat tersebut memiliki fitur 'follow me' (ikuti saya) yang dapat melacak gerakan pengguna, asalkan terhubung dengan Wifi.

Kamera tersebut mampu terbang selama delapan menit saat terisi penuh. Meski demikian, baterai dapat diganti.

Zero Zero Robotics belum mengungkap harga Hover Camera, namun diperkirakan perangkat tersebut akan ditawarkan dengan harga sekitar 600 dolar AS.

sumber:antaranews.com

Bantu Atlet Lari, Puma Ciptakan Robot Secepat Usain Bolt


Bantu Atlet Lari, Puma Ciptakan Robot Secepat Usain Bolt

Dunia olahraga saat ini dipenuhi oleh baragam aplikasi pemantau kesehatan dan perangkat wearable. Sebut saja Nike dan Fitbit, yang meluncurkan wearable untuk membantu mengawasi tingkat kebugaran penggunanya.

Khusus untuk mereka yang hidup sebagai atlet berlari, ada satu perangkat terbaru ciptaan Puma yang siap menjadi motivasi mereka untuk berlari lebih cepat.

Robot buatan Puma ini disebut Beatbot. Sebelumnya, perlu diingat bahwa robot ini tidak memiliki bentuk seperti manusia biasa. Puma Beatbot hanya memiliki bentuk kotak persegi panjang beroda empat, yang di dalamnya terdapat komputer.


Fungsi utama Beatbot adalah menjadi pesaing pengguna saat berlatih dalam menghasilkan catatan waktu tercepat ketika berlari. Beatbot memungkinkan pengguna mengatur jarak lari yang ditempuh, serta waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan jarak tersebut.

Tidak diam saja dan melihat pemiliknya berlari, Puma Beatbot juga bisa menjadi lawan tanding untuk para atlet menggunakan program yang telah ditanam. Beatbot bergerak lurus dengan memindai garis jalan yang akan dideteksi oleh sensor seperti mata manusia.

Untuk kecepatan maksimal, Beatbot bisa berlari hingga 44 km/jam, setara dengan kecepatan berlari atlet lari dunia, Usain Bolt.

Benar-benar untuk atlet, Puma Beatbot juga memiliki kamera GoPro di bagian depan dan belakangnya, yang berfungsi untuk merekam jejak lari pengguna. Data yang direkam nantinya bisa menjadi bahan analisis untuk si pelari, demi bisa berlari lebih cepat.

Sayangnya, Puma Beatbot sementara ini tidak akan dijual secara bebas. Dikutip dari Fast to Create, robot pelari ini hanya tersedia untuk para atlet lari dan tim olahraga lain yang disponsori Puma. Alasannya adalah harga yang dibanderol bisa sangat mahal, dan tidak akan menjangkau konsumen umum yang biasa berkutat di kelas menengah

sumber:metrotvnews.com

Serius di IoT, Samsung Pamer Robot Pintar Otto

Untuk memamerkan kemampuan ARTIK, platform IoT (Internet of Things) mereka, Samsung menciptakan sebuah robot bernama Otto. Robot asisten buatan Samsung ini dilengkapi dengan mikrofon dan speaker.

Sama seperti Siri atau Alexa, ia dapat menjawab saat ditanya. Ia juga dapat mengendalikan perangkat yang menjadi bagian dari smart home seperti lampu dan thermostat, yang mungkin akan mengingatkan pada Echo dari Amazon.

Selain itu, Otto juga dilengkapi dengan kamera HD. Karena itu, ia dapat menyiarkan video secara 
live ke perangkat mobileatau komputer Anda. Otto juga dapat berfungsi layaknya sebuah kamera keamanan. Menurut The Verge, pengguna dapat menyesuaikan sudut pandang kamera melalui ponsel mereka.

Teknologi memang memudahkan hidup banyak orang. Namun, ancaman dari para hacker juga terus meningkat. Sebagian orang khawatir akan bahaya yang muncul jika hacker berhasil meretas sistem dari perangkat yang dapat mendengarkan dan melihat segala sesuatu yang terjadi di rumah.

Karena itulah, The Verge mempertanyakan apakah akan ada orang yang mau membeli Otto karena robot ini menggabungkan fungsi asisten pribadi dengan kamera keamanan, yang akan membuat sang pemilik dalam bahaya jika hacker berhasil meretas sistem Otto.

Namun, saat ini, Otto masih sebatas prototipe, yang didesain untuk memamerkan teknologi IoT milik Samsung.

sumber:metrotvnews.com
 

Mundur Sementara, Intel Batalkan Perilisan Prosesor Mobile Broxton dan SoFIA

Intel memang tengah menjadi sorotan akhir-akhir ini, terutama setelah keputusannya untuk merumahkan 12.00 karyawan demi melakukan restrukturisasi pada perusahaan dan mengubah fokus bisnisnya. Baru-baru ini, sebuah berita besar kembali datang dari Intel. 

Produsen prosesor tersebut telah mengkonfirmasi bahwa mereka akan menghentikan proyek pengembangan prosesor mobile Broxton dan SoFIA yang sempat diumumkan tahun lalu. Tidak hanya itu, menurut Anandtech, Intel juga akan meninggalkan pasar smartphone dan tablet untuk sementara waktu.
Pengumuman pengentian pengembangan Broxton dan SoFIA dikatakan Intel bagian dari strategi baru mereka untuk bisa bertahan di pasar. Keputusan Intel kali ini merupakan perubahan terbesar yang dilakukan  sepanjang sejarah perkembangan prosesor mobile milik Intel. 

Kondisi Intel yang tengah menjalani masa-masa sulit juga sangat terpancar di keputusannya kali ini. Tak heran bila mereka mengambil inisiatif terlebih dulu sebelum Broxton dirilis pada pertengahan tahun ini. Tidak hanya itu, keputusan ini juga menandakan bahwa Intel akan melakukan evaluasi ulang terhadap prosesor Atom yang telah dipasarkan sebelumnya.

Berbeda dengan produsen prosesor lain seperti Qualcomm, Intel tidak memiliki posisi yang bagus selama ini di pasar perangkat mobile. Prosesornya juga belum pernah dipasarkan bersama perangkat kelas premium. Sejauh ini, ASUS ZenFone 2 merupakan perangkat dengan prosesor Intel yang paling laris. Sayangnya meskipun sangat laris, penjualan perangkat tersebut masih belum bisa memberikan posisi yang baik bagi Intel di pasar perangkat mobile.

Lalu, apa strategi Intel berikutnya?

Menurut Anandtech, Intel kemungkinan akan memperbarui prosesor Broxton dan SoFIA dengan menyisipkan berbagai teknologi baru di dalamnya. Sebut saja teknologi konektivitas 5G atau 4G LTE generasi kedua. Intel juga diperkirakan akan membuat keduanya lebih hemat daya dan ekonomis, sehinga mudah dipasarkan dan diadopsi oleh berbagai produsen perangkat mobile.

Meski demikian, absennya Intel dalam beberapa waktu yang akan datang akan membuat sebuah "lubang" di pasar perangkat mobile yang kemungkinan akan diisi oleh pemain lama seperti Qualcomm dan MediaTek untuk memperbesar pangsa pasarnya. Di sisi lain, Intel tentunya harus memiliki strategi khusus untuk merebut pasarnya saat kembali nanti.

sumber:metrotvnews.com

Google Perkenalkan Sabuk Android Wear yang Mudah Diganti

KOMPAS.com - Apple Watch dikenal memiliki mekanisme penggantian sabuk yang mudah, cukup dengan menekan satu tombol dan menggeser sabuk ke arah luar. 

Tak mau kalah, Google pun memperkenalkan lini aksesori baru yang khusus ditujukan untuk perangkat arloji pintar Android Wear, Mode namanya.

Dirangkum KompasTekno dari The Verge, Minggu (1/5/2016), Mode bisa digunakan pada jam tangan apapun yang memiliki lug atau sambungan standar dengan spring bar penahan sabuk.

Tak semua arloji Android Wear memiliki lug standar ini. Moto 360 generasi pertama, misalnya, memiliki spring bar yang tersembunyi di balik tubuh smartwatch. Moto 360 generasi kedua memiliki lug standar yang menonjol di luar tubuh sehingga bisa dipasangi sabuk Mode.

Cara memasangnya sederhana saja, pengguna cukup menekan dan menahan sebuah tuas kecil untuk membuka pengunci di ujung sabuk, lalu menyelipkan spring bar di antara celah yang tersedia.

Begitu tuas kecil dilepas, kunci pun akan menutup dan menahan sabuk di tempatnya.

Mode saat ini tersedia dalam 10 variasi bahan kulit dan 6 model berbahan silikon aneka warna. Masing-masing tersedia dalam empat pilihan lebar sabuk, yakni 16mm, 18mm, 20mm, dan 22mm.

Harganya dipatok sebesar 50 dollar AS untuk sabuk berbahan silikon dan 60 dollar AS untuk bahan kulit. 

Selain dari Google, pabrikan lain pun diberi kebebasan untuk membuat aksesori sabuk serupa Mode, asalkan mekanisme Mode diperoleh dari vendor resmi Google dan produknya lolos pengujian daya tahan serta brand guideline.


sumber:kompas.com