JAKARTA - Rupiah terpuruk ke kisaran Rp13.000 per USD. Namun, nilai tersebut masih di atas asumsi APBN 2015 yang dinyatakan sebesar Rp12.500.
Menanggapi hal tersebut, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Erani Yustika mengatakan bahwa perhitungan pemerintah terhadap nilai tukar Rupiah tersebut dilakukan untuk jangka waktu satu tahun.
Menurutnya, jika pelemahan terus terjadi, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan peninjauan kembali terhadap asumsi Rupiah dalam APBN 2015.
"Merekakan hitungnya setahun, jadi kita lihat trennya ke depan, pemerintah akan melihat trennya ke depan seperti apa dan memastikan akan menjaga itu," ujar Erani di sela-sela acara seminar di Kwik Kian Gie School of Business
Jakarta, Rabu (18/3/2015).
Dia menuturkan bahwa pada pertengahan tahun pemerintah kemungkinan juga akan mereview asumsi makro yang ada dalam APBN 2015, termasuk pada nilai tukar Rupiah.
"Mungkin sampai pertengahan tahun akan ada review lagi kalau memang semakin menjauh dari Rp12.500," pungkasnya.
sumber:okezone.com
semoga rupiah kembali normal ya gan, gak enak denger ni berita :3
BalasHapus