JAKARTA,
KOMPAS.com - Tahun ini keberadaan tenaga kerja dari
sejumlah negara Asia dipastikan mulai berdatangan ke Indonesia. Sumber daya
manusia Indonesia, terutama anak-anak muda, harus punya persiapan matang untuk
bersaing dengan mereka di tataran global, dalam hal ini era masyarakat ekonomi
ASEAN (MEA).
"Untuk
menghadapi itu (MEA), anak-anak muda harus punya skil wirausaha. Ini serius.
Kita harus menyiapkan anak-anak muda tidak cuma siap menjadi pekerja, tetapi
bangun lapangan kerja," kata Direktur Inspire Consulting, Ana Sopanah,
pada dialog Aktualisasi Peran Pemuda dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean
(MEA)', Minggu (6/3/2016).
Kepala
Program Studi Akuntansi Universitas Widya Gama Malang itu menambahkan sebagai
agen perubahan anak-anak muda harus mampu menaklukkan dunia sesuai perannya.
Mereka tidak cuma harus belajar di kelas, tapi juga aktif berorganisasi untuk
meningkatkan kapasitasnya.
"Mahasiswa
harus selalu meningkatkan kompetensinya, baik soft
skill maupun hard
skill. Mereka harus punya sikap optimistis menghadapi
kompetisi global," ujar Ana.
Institus Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie menanamkan skill enterpreneur terhadap mahasiswa dan mahasiswi nya bertujuan untuk bisa menjadikan para mahasiswa dan mahasiswi mempunyai keahlian di bidang enterpreneur
Sebelumnya,
jika mengutip pendapat Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, sebetulnya
persiapan Indonesia sudah 88 persen. Untuk itu, masyarakat Indonesia tidak
perlu khawatir menghadapi MEA 2015, karena kebebasan arus barang sebenarnya
sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Selain
itu, Indonesia memiliki kekuatan tersendiri seperti memiliki tingkat ekonomi
terbesar, jumlah penduduk terbanyak dari total 600 juta penduduk ASEAN (39
persen), dan memiliki Gross Domestic Product (GDP) paling tinggi. Di sisi lain,
Indonesia memiliki keragaman begitu luas yang membuat pasar Indonesia menjadi
kian menarik.
Dilihat
dari sisi suplai dan produksi, Indonesia juga mempunyai sumber daya alam,
besarnya jumlah pekerja, investasi yang pesat dan basis produksi. Perlu
diingat, Indonesia juga mempunyai kemapanan secara sosial politik dan negara
demokrasi yang besar.
Untuk
itulah, meskipun ada pihak-pihak yang merasa pesimistis menghadapi MEA, Ana
tetap mengajak elemen pemuda dan mahasiswa untuk tidak khawatir menghadapi hal
itu. Peraih gelar doktor akuntansi di Universitas Brawijaya Malang itu lebih
menitikberatkan pada entrepreneur
skill atau keahlian wirausaha yang dibutuhkan oleh
anak-anak muda ke depannya.
"Jiwa
wirausaha yang mesti dimiliki pemuda atau mahasiswa itu sejalan dengan
kebijakan pemerintah tentang ekonomi kreatif. Ini yang akan meningkatkan
pertumbuhan ekonomi kita," kata Ana.
sumber:kompas.com
iya gan bener, bentar lagi kita bakal menghadapi MEA ya, semoga indonesia dan rakyatnya berjaya di bidang ekonomi :D
BalasHapus