Kamis, 28 April 2016

LeEco Ikutan Garap Mobil Tanpa Sopir

Minggu lalu, milyarder asal Tiongkok, Jia Yueting, memperkenalkan LeSEE, sebuah mobil konsep elektrik tanpa sopir.

Meskipun LeEco telah memulai kampanye marketing yang mencolok dan sudah mempekerjakan para eksekutif dari Tesla, LeEco masih memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dapat membuat mobil listrik. Analis menyebutkan, LeEco menghadapi masalah rumit yang juga dihadapi oleh perusahaan raksasa teknologi seperti Google.

"Perusahaan ini didirikan di tahun 2004 dengan pekerja sebanyak sekitar 8.000 orang di seluruh dunia," kata Managing Director of Gao Feng Advisory Company, Bill Russo. "Sebagai perusahaan mobil, apakah mereka sudah cukup baik? Jika Anda menanyakan hal itu, jawabannya adalah produk mereka masih belum matang."


Satu hal yang LeEco ingin sumbangkan dalam perkembangan teknologi mobil adalah dalam bidang infotainment atau sistem hiburan yang tertanam pada sebuah mobil. Nantinya, LeEco ingin membuat mobil tanpa sopir sehingga penumpangnya dapat menonton video saat berkendara, video yang disediakan oleh layanan LeEco. 

Seperti yang disebutkan oleh Forbes, LeEco telah mencoba menggunakan model bisnis ini dengan televisi dan smartphone. Mereka hampir tidak mendapatkan keuntungan dari penjualan televisi dansmartphone. Sebagai gantinya, mereka berharap akan mendapatkan keuntungan dari biaya berlangganan layanan video-on-demand mereka, yang menawarkan konten premium seperti The Revenan dan Star Wars: The Force Awakens.

"Model harga mobil buatan kami akan mirip dengan model harga untuk smartphone dan TV yang kami produksi sekarang ini," kata Jia. "Suatu saat nanti, mobil buatan kami akan gratis...."

Menurut perkiraan, LeEco akan memerlukan waktu setidaknya 10 tahun untuk mencapai impian ini. Menurut data dari IHS, saat ini, hanya sekitar 8,5 persen mobil yang "terhubung", yaitu mobil yang dapat dikendalikan melalui smartphone atau mobil yang dapat terhubung ke internet untuk mengunduh update untuk map atau konten lain.

Di 2025, angka ini akan naik menjadi 45 persen di seluruh dunia dan 38 persen di dunia.

Perusahaan internet asal Tiongkok lain juga ingin untuk masuk ke dalam industri mobil listrik. Bulan Maret lalu, Alibaba menyebutkan bahwa mereka akan menginvestasikan USD160 juta dalam sebuah proyek mobil listrik bersama SAIC Motor Corp. 

Di bulan yang sama, Tencent -- yang bergerak sebagai penyedia layanan komunikasi, peta, hiburan dan cloud -- bekerja sama dengan Foxconn dan China Harmony Autho Holding untuk membuat mobil listrik. Di bulan Desember lalu, Baidu juga telah melakukan uji coba pada mobil tanpa sopir mereka.

"Ada banyak perusahaan teknologi yang melihat industri mobil sebagai mesin pendorong pertumbuhan di masa depan," kata Senior Analyst IHS Automotive, Jeremy Carlson. "Mereka berusaha untuk menemukan apa kesempatan mereka."

Namun, LeEco bukanlah perusahaan yang memiliki uang yang berlimpah. Jia sudah melakukan investasi untuk melakukan ekspansi. Dan untuk melakukan ini, dia sudah berulang kali harus menjadikan aset perusahaan sebagai jaminan.

"Jia sedang bertaruh di sini," kata seorang nara sumber yang menolak untuk disebutkan namanya.


(MMI)

sumber:metrotvnews.com

0 comments:

Posting Komentar