Kamis, 28 April 2016

BATAN Kembangkan Teknologi Pengawetan Makanan dan Daya Listrik Pakai Nuklir

Jakarta -Badan Tenaga Nuklir Nasioal (BATAN) tengah disibukkan dengan pengembangan teknologi pengawetan makanan dan pembangkit daya listrik dengan energi nuklir. Kedua penelitian tersebut tengah dilakukan dalam skala kecil, dan ke depannya diharapkan dapat dimanfaatkan secara massal.

Salah satunya adalah pembangunan iradiator yang telah dilakukangroundbreaking oleh Menristekdikti, M Nasir, beberapa waktu lalu.

"Iradiator itu adalah alat yang bisa dipakai untuk sterilisasi pangan, sterilisasi produk-produk kesehatan itu ada. Itu sudah groundbreaking kira-kira 2 minggu yang lalu atau sebulan yang lalu oleh Menristekdikti Pak Nasir di Puspiptek Serpong," terang Kepala Pusdiklat Batan, Sudi Ariyanto, saat dihubungidetikFinance, Jumat (29/4/2016).

Iradiator merupakan sebuah alat yang ditempatkan dalam sebuah ruangan tertutup, yang dapat digunakan untuk pengawetan makanan dalam jangka waktu yang cukup lama.

"Iradiator itu nanti bisa menyinari pakai radiasi bahan pangan sehingga bisa menjadi untuk pengawetan pangan," ujar Sudi.

Radiasi yang dipancarkan oleh iradiator ke makanan dan alat-alat kedokteran dapat membunuh kuman-kuman. Proses penyinarannya pun hanya sebentar sehingga tidak membahayakan orang yang berada di sekitar iradiator tersebut. Batan juga menjamin bahwa penggunaan alat ini aman.

"Kalau di situ seperti kena sinar matahari, begitu lewat saja kalau tidak kan sudah tidak kena lagi. Itu sama seperti pengawetan pangan yang sudah ada sudah dilakukan oleh Batan sudah medapatkan persetujuan dari Kementerian Kesehatan," imbuh Sudi.

Selain itu, Batan juga tengah mengkaji potensi pembangkit listrik dengan tenaga nuklir dengan membuat Reaktor Daya Eksperimental (RDE).

"Yang berikutnya adalah yang RDE (Reaktor Daya Eksperimental). RDE itu nanti akan dipakai sebagai penelitian untuk menghasilkan listrik. Ke depannya bisa dimanfaatkan untuk komersial. Sekarang sedang dalam tahap desain, detail engineering design (DED)," tutur Sudi.

Batan mengaku siap untuk mengembangkan kedua instalasi tersebut apabila ada dukungan yang kuat dari berbagai pihak.

"Sekarang masalahnya adalah untuk membangun alatnya untuk kapasitas yang lebih besar," ungkap Sudi.
(hns/wdl) 

sumber:detik.com

Instagram Resmi Sambangi Windows 10 Mobile

Jakarta - Setelah penantian cukup panjang, Instagram akhirnya resmi merilis aplikasinya di Windows 10 Mobile. Fitur apa saja disematkan oleh anak perusahaan Facebook ini?

Secara tampilan tidak jauh berbeda dengan versi beta yang meluncur sebulan lalu. Bila dibandingkan dengan versi iOS Dan Android, tidak ada perbedaan sama sekali.

Demikian pula dengan fitur yang ada di dalamnya. Aplikasi ini dapat digunakan untuk memposting foto dan video. Selain itu ada fitur Instagram Direct dan Explore.

Hanya satu fitur yang tidak dimiliki aplikasi Instagram di iOS dan Android. Yakni di Windows 10 tersedia dukungan Live Tile, di mana pengguna dapat melihat update postingan dari layar Home.

Aplikasi Instagram sudah dapat didownload di Windows Store. Hanya saja aplikasi ini tidak bersifat universal, jadi tidak dapat digunakan pada tablet ataupun desktop.

Tapi tidak perlu berkecil hati. Dilansir dari Windows Central, Jumat (29/4/2016), Instagram agar segera merilis aplikasinya yang mendukung Windows 10 versi tablet dan desktop. (afr/fyk)

Sony Buat Penangkap Hantu Layaknya Film Ghostbusters



Sony Buat Penangkap Hantu Layaknya Film Ghostbusters


Netizenpos.com – Mungkin Anda masih ingat dengan sebuah film bertemakan hantu dengan judul Ghostbusters. Tentu saja film ini sangat dikenal di masyarakat dimana ada beberapa orang yang bertugas menangkap hantu di setiap sudut kota. Film yang terkenal pada tahun 90an ini membuat satu inspirasi bagi Sony untuk memproduksi alat penangkap hantu mirip pada filmnya.
Sony bertekad memproduksi alat penangkap hantu dengan nama Proton Pack pertama kali yang berfungsi sebagai penangkap hantu. Memang terlihat diluar logika kita, namun Proton Pack ini bekerja dengan siperkonduktor yang memiliki fungsi mempercepat penyuntikan proton sel hidrogen plasma.Jika dilihat dari luar, bentuk dari alat penangkap makhluk halus tersebut mirip sebuah ransel dengan berat mencapai 6,66 kg. Nantinya peralatan Proton Pack mengkombinasikan modus Stamina dipadukan dengan fitur smartphone Xperia Sony Mobile Communications dimana membuat pengguna bisa menyimpan baterai lebih lama dari sebelumnya.

Nantinya, Proton Pack mengubungkan semua kemampuan super lambat dengan menangkap gerakan Cyber shot RX premium dari seri kamera compact Sony yang bisa membuat pengguna menghasilkan gambar mencapai 960 frame per detik lebih tinggi dan sangat akurat dalam merekam gerakan target.
Dilansir dari Proton Pack, alat penangkap hantu tersebut mampu memerlihatkan materi secara real time didukung dengan 4K Ultra pendek Throw Projector. Ada juga teknologi Field Communications dimana pengguna bisa menghubungkannya dengan Proton Pack secara nirkabel ke smartphone Sony lain atau ke televisi Bravia dan membagikan hasil rekaman.
Dr. Jillian Holtzmann, menjadi penemu dari Proton Pack dimana dirinya dibantu para insinyur di Sony Corporation dan renacanya Proton Pack akan diluncurkan di Amerika Serikat pada 15 Juli 2016.

100 Juta Pengguna Facebook Gunakan Tor

Tor (The Onion Router) adalah teknologi yang digunakan oleh seseorang saat mereka ingin menjelajah internet secara anonim.

Meskipun Tor sering disebut sebagai tool bagi orang yang ingin melakukan kegiatan ilegal di internet, tapi sebenarnya ia juga dapat digunakan untuk melindungi penggunanya dari pada hacker atau dari pantauan pemerintah, terutama mereka yang tinggal di negara-negara yang memiliki regulasi internet yang ketat.

Namun, dalam waktu satu tahun belakang, mulai banyak orang yang menggunakan Tor untuk masuk ke dalam Facebook. Menurut laporan 
Slash Gear, Facebook baru saja mengumumkan bahwa sebanyak 1 juta pengguna mereka menggunakan Tor untuk mengakses Facebook setiap bulannya.

Hal ini berarti, dalam waktu 10 bulan, terdapat peningkatan pengguna Facebook yang menggunakan Tor sebanyak sekitar 100 persen. Di bulan Juni tahun lalu, pengguna Facebook yang menggunakan Tor hanya mencapai angka 525 ribu orang.

Facebook menduga, angka pengguna Tor akan terus naik. Mereka menyebutkan bahwa salah satu alasan kenaikan ini adalah karena tersedianya alamat domain ".onion". Selain itu, Tor juga telah mendukung aplikasi proxy Orbot yang akan memudahkan pengguna Android untuk mengakses Tor.

"Orang yang memilih untuk berkomunikasi menggunakan Tor memiliki berbagai macam alasan terkait privasi, keamanan data dan keamanan diri," tulis Facebook dalam sebuah blog post.


(MMI)

sumber:metrotvnews.com

Chromebook Nantinya Bisa Jalankan Aplikasi Android?

Google tampaknya berencana untuk membuat Chromebook bisa mengunduh aplikasi Android via Google Play Store.

Pada akhir minggu kemarin, seorang pengguna Reddit menyadari bahwa pada menu Settings Chromebook yang menggunakan Chrome OS versi 51 terdapat pilihan untuk menjalankan aplikasi Android. Opsi ini menghilang tidak lama kemudian.

Namun, dalam 
source code Chrome OS terlihat bahwa para pengguna Chromebook akan mendapatkan akses ke berbagai aplikasi dan game yang ada pada Play Store.

Saat ini, fitur ini hanya tersedia pada Chrome OS Developer Channel. Orang-orang yang telah mengaktifkan fitur tersebut mengatakan bahwa ini hanya menampilkan sebuah tutorialsebelum ia menutup dengan sendirinya. Namun, diduga fitur ini akan diperkenalkan oleh Google dalam konferensi I/O yang akan diadakan bulan depan.

Menurut The Verge, Google pertama kali memungkinkan aplikasi Android -- seperti Vine dan Evernote -- dapat digunakan pada Chrome OS di tahun 2014. Ketika itu, fitur ini hanyalah percobaan terbatas yang lalu diperpanjang pada bulan April tahun 2015.

Meskipun sebelum ini Google berkeras bahwa mereka tidak akan menyatukan sistem operasi Android dan Chrome OS, tapi, jika Chromebook memang dapat mengakses aplikasi di Play Store, hal ini merupakan kabar baik. Karena Play Store memiliki aplikasi yang lebih banyak dan menerima sistem pembayaran di lebih banyak negara jika dibandingkan Chrome OS.


(MMI)

sumber:metrotvnews.com

Rangkul Pemilik Warnet di Bandung, CyberIndo Kenalkan Layanan dan Solusi Terbaru

CyberIndo, divisi khusus yang berada di bawah naungan publishergame Garena, mengadakan acara gathering dengan para pemilik warnet di Bandung pada hari Rabu (27/4/2016) kemarin.

Selain memperkenalkan berbagai produknya seperti software billing, sistem update game otomatis, serta solusi pembayaran AirPay, CyberIndo juga membuka diskusi mengenai bagaimana agar warnet dapat bisa bertahan untuk saat ini.

"Warnet saat ini terbagi dalam dua kategori, yaitu warnet game dan warnet 
browsing. Saat ini warnet game justru lebih banyak diminati ketimbang warnet browsing karena kehadiran perangkat mobile sudah menggantikan peran warnet browsing saat ini," ujar Country Product Manager CyberIndo, Jennifer Suryajaya, kepada Metrotvnews.com.

Jennifer juga mengatakan bahwa saat ini warnet untuk keperluan browsing sudah hampir mati. Karena itulah banyak pemilik warnet browsing yang menutup usahanya dan tidak jarang pula yang beralih mengganti warnetnya menjadi warnet game. Meski demikian, Jennifer juga mengatakan bila menjalankan warnet game lebih sulit daripada warnetbrowsing.

"Salah satu kendala tersulit yang dihadapi oleh para pemilik warnet adalah saat melakukan updateuntuk setiap gamenya. Itulah mengapa selain menyediakan software billing, kami juga menyediakan sistem untuk melakukan update game secara otomatis," lanjut Jennifer.

Jennifer mengklaim bahwa telah ada banyak game online yang bisa update secara otomatis, dan game tersebut tidak terbatas pada yang dipublikasikan oleh Garena. Selain itu, pemilik warnet game juga bisa meminta kepada pihak CyberIndo jika ada game yang masih belum masuk ke daftar game di sistemnya.

Selain sistem update game secara otomatis, dalam acara ini CyberIndo juga memperkenalkan layanan AirPay, yaitu layanan pembelian voucher secara online melalui warnet game sebagai mitranya. Melalui layanan ini, pemilik warnet bisa menyediakan berbagai voucher game, pulsa, dan token listrik melalui sistem online yang telah disediakan. Jennifer menuturkan bahwa layanan ini bisa memberikan nilai lebih untuk sebuah warnet game.

"Tujuannya adalah agar warnet game tidak hanya sekedar menyediakan layanan untuk bermain game, tetapi bisa juga dijadikan sebagai tempat membeli voucher digital, pulsa, dan token listrik.
"


sumber:metrotvnews.com

Intel Ingin Ganti Audio Jack 3.5mm dengan USB Type-C

Intel dikabarkan berencana untuk menghilangkan audio jack 3.5mm. Alasannya adalah karena mereka melihat adanya keinginan kuat dari industri untuk menggantikan teknologi analog dengan digital, seperti yang dilaporkan oleh AnandTech.

Menurut laporan 9to5Mac, Intel sedang berusaha untuk menjadikan kabel USB Type-C sebagai kabel audio standar di masa depan. Intel percaya, kabel USB Type-C memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan kabel 3.5mm biasa. Salah satunya adalah karena produsen headphone dapat menambahkan fitur baru ke produk buatan mereka.

Salah satu contoh fitur baru yang dapat ditambahkan adalah kemampuan untuk mengukur suhu penggunanya, layaknya sebuah 
fitness tracker. Mengirimkan data ini melalui kabel analog adalah hal yang tidak memungkinkan, tapi hal ini dapat dilakukan dengan kabel USB Type-C. Selain itu, kabel USB Type-C juga tidak akan menemui masalah untuk menghantarkan audio.

Satu kelebihan lainnya adalah port USB Type-C membutuhkan ruang yang lebih kecil jika dibandingkan dengan port audio 3.5mm. Hal ini penting karena sekarang ini, produsensmartphone berlomba-lomba untuk menipiskan smartphonebuatan mereka.

Saat ini, Intel sedang membuat standar untuk USB Type-C untuk transfer audio digital. Diperkirakan, pembuatan standar ini akan selesai di kuartal kedua. Salah satu standar yang ditetapkan oleh Intel adalah fitur yang memungkinkan untuk mendeteksi perangkat secara otomatis. Standar lainnya adalah kemampuan untuk memberikan fitur baru melalui update software.

Intel menyebutkan, penggunaan kabel USB Type-C mungkin membuat headphone digital menjadi lebih mahal, karena headphone tersebut harus dilengkapi dengan ampliflier dan DAC. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, harga headphone digital akan menurun.


(MMI)

sumber:metrotvnews.com

TP-LINK Umumkan WiFi Extender Baru untuk Rumahan

TP-LINK kembali mengumumkan produk baru yang akan melengkapi jajaran produk WiFi range extender TL-WA855RE.

WiFi range extender terbaru TP-LINK kali ini merupakan produk yang dirancang khusus untuk solusi jaringan rumahan, serta usaha kecil dan menengah. 

Sama seperti range extender TP-LINK sebelumnya, TL-WA855RE telah dilengkapi dengan dua antena yang dikatakan akan membantu mengirimkan koneksi WiFi ke tempat-tempat di luar jangkauan 
router utama.

WiFi range extender ini juga dilengkapi dengan teknologi Wireless N dengan kecepatan hingga 300Mbps sehingga memungkinkan penggunanya agar bisa mengeliminasi "zona mati" WiFi lebih optimal.

TP-LINK TL-WA855RE juga telah hadir dengan teknologi MIMO di kedua antenanya. Teknologi ini memungkinkannya untuk membangun beberapa koneksi secara bersamaan, sehingga jaringan dapat mengirimkan koneksi berkecepatan tinggi ke setiap perangkat wireless. Di saat yang samasecara efektif mengalokasikan throughput sesuai dengan kebutuhan perangkat.

TP-LINK TL-WA855RE akan hadir di pasar Indonesia pada bulan Mei 2016 dengan harga Rp399.000.


(MMI)

sumber:metrotvnews.com

LeEco Ikutan Garap Mobil Tanpa Sopir

Minggu lalu, milyarder asal Tiongkok, Jia Yueting, memperkenalkan LeSEE, sebuah mobil konsep elektrik tanpa sopir.

Meskipun LeEco telah memulai kampanye marketing yang mencolok dan sudah mempekerjakan para eksekutif dari Tesla, LeEco masih memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dapat membuat mobil listrik. Analis menyebutkan, LeEco menghadapi masalah rumit yang juga dihadapi oleh perusahaan raksasa teknologi seperti Google.

"Perusahaan ini didirikan di tahun 2004 dengan pekerja sebanyak sekitar 8.000 orang di seluruh dunia," kata Managing Director of Gao Feng Advisory Company, Bill Russo. "Sebagai perusahaan mobil, apakah mereka sudah cukup baik? Jika Anda menanyakan hal itu, jawabannya adalah produk mereka masih belum matang."


Satu hal yang LeEco ingin sumbangkan dalam perkembangan teknologi mobil adalah dalam bidang infotainment atau sistem hiburan yang tertanam pada sebuah mobil. Nantinya, LeEco ingin membuat mobil tanpa sopir sehingga penumpangnya dapat menonton video saat berkendara, video yang disediakan oleh layanan LeEco. 

Seperti yang disebutkan oleh Forbes, LeEco telah mencoba menggunakan model bisnis ini dengan televisi dan smartphone. Mereka hampir tidak mendapatkan keuntungan dari penjualan televisi dansmartphone. Sebagai gantinya, mereka berharap akan mendapatkan keuntungan dari biaya berlangganan layanan video-on-demand mereka, yang menawarkan konten premium seperti The Revenan dan Star Wars: The Force Awakens.

"Model harga mobil buatan kami akan mirip dengan model harga untuk smartphone dan TV yang kami produksi sekarang ini," kata Jia. "Suatu saat nanti, mobil buatan kami akan gratis...."

Menurut perkiraan, LeEco akan memerlukan waktu setidaknya 10 tahun untuk mencapai impian ini. Menurut data dari IHS, saat ini, hanya sekitar 8,5 persen mobil yang "terhubung", yaitu mobil yang dapat dikendalikan melalui smartphone atau mobil yang dapat terhubung ke internet untuk mengunduh update untuk map atau konten lain.

Di 2025, angka ini akan naik menjadi 45 persen di seluruh dunia dan 38 persen di dunia.

Perusahaan internet asal Tiongkok lain juga ingin untuk masuk ke dalam industri mobil listrik. Bulan Maret lalu, Alibaba menyebutkan bahwa mereka akan menginvestasikan USD160 juta dalam sebuah proyek mobil listrik bersama SAIC Motor Corp. 

Di bulan yang sama, Tencent -- yang bergerak sebagai penyedia layanan komunikasi, peta, hiburan dan cloud -- bekerja sama dengan Foxconn dan China Harmony Autho Holding untuk membuat mobil listrik. Di bulan Desember lalu, Baidu juga telah melakukan uji coba pada mobil tanpa sopir mereka.

"Ada banyak perusahaan teknologi yang melihat industri mobil sebagai mesin pendorong pertumbuhan di masa depan," kata Senior Analyst IHS Automotive, Jeremy Carlson. "Mereka berusaha untuk menemukan apa kesempatan mereka."

Namun, LeEco bukanlah perusahaan yang memiliki uang yang berlimpah. Jia sudah melakukan investasi untuk melakukan ekspansi. Dan untuk melakukan ini, dia sudah berulang kali harus menjadikan aset perusahaan sebagai jaminan.

"Jia sedang bertaruh di sini," kata seorang nara sumber yang menolak untuk disebutkan namanya.


(MMI)

sumber:metrotvnews.com

Nokia Pastikan Tak Akan Lagi Bikin Ponsel

Pasca Nokia menjual bisnis mobile-nya kepada Microsoft, rumor mengenai kembalinya Nokia ke bisnis ponsel terus bermunculan. Pernyataan Chief Executive Officer (CEO) Nokia Technologies, Ramzi Haidamus, ini sepertinya bisa menuntaskan semua rumor tersebut.

Haidamus dalam sebuah kesempatan menjawab pertanyaan, "Apakah Nokia akan membuat gadget konsumen? Mungkin sebuah ponsel baru?".

"Tidak, kami tidak akan lagi membuat ponsel, kami telah menutup chapter itu," tegas Haidamus, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (29/4/2016). 

Namun Nokia tetap terbuka jika ada manufaktur yang ingin menggunakan brand Nokia. "Sebelumnya kami sudah berbicara soal lisensi brand dengan pihak ketiga dan mereka bisa memproduksi serta menjual ponsel di bawah merek Nokia, tapi itu hanya lisensinya saja," jelasnya.

Di sisi lain, Nokia mulai menunjukkan ketertarikan teradap Virtual Reality (VR). Perusahaan baru saja bekerjasama dengan Disney, yang akan menggunakan kamera miliknya untuk merekam film VR.

"Kami mungkin membuat perangkat media digital untuk virtual reality. Namun pasarnya masih terlalu kecil, tapi kami akan mempertimbangkannya," tutur Haidamus

sumber:liputan6.com
.

Mobil Otonomos Google Siap Mengaspal di Jalanan?

Kabar mengenai mobil otonomos besutan Google memang diketahui sejak beberapa tahun lalu. Namun, belum ada kepastian kapan mobil pintar yang masih berupa purwarupa tersebut diresmikan hadir untuk publik.

Merujuk pada informasi dari AstroTeller, proyek mobil otonomos tersebut dikabarkan akan segera 'lulus' dari divisi X Alphabet.

Informasi ini tentu sedikit memberi titik terang bagi publik yang penasaran. Meski belum pasti, kabar ini setidaknya dapat menggambarkan kelanjutan proyek tersebut.

Dikutip dari The Verge, Jumat (29/4/2016), kelulusan ini menandakan bahwa proyek tersebut dianggap telah mampu berdiri secara mandiri.

Saat ini memang belum dapat dipastikan bentuk perusahaan yang akan menaunginya, tapi beberapa analis memastikan Google siap mendulang keuntungan dari kelanjutan proyek tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun,Google disebut-sebut tengah membicarakan peraturan mengenai mobil otonomos dengan regulator lalu-lintas di Amerika Serikat. Bahkan, Google sudah mempersiapkan skenario lain bila pembahasan ini berlarut-larut.

Google diperkirakan akan mengubah penggunaan mobil otonomos di jalan raya dan jalan umum menjadi wilayah lebih terbatas, seperti area kampus. Dengan demikian, Google tak perlu menempuh proses terlalu lama untuk pengurusan izin.

Google Car sendiri bukanlah proyek pertama yang lulus dari program X. Sebelumnya ada Google Brain yang saat ini menjadi inti pengembangan kecerdasan buatan Google. Ada pula Google Loon yang masih terus dikembangkan

sumber:liputan6.com
.

Alat Textalyzer Awasi Perilaku Pengendara yang Nyetir sambil Main Ponsel

TRIBUNNEWS.COM – Cellebrite, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi mengembangkan Textalyzer yang berfungsi untuk memantau aktivitas ponsel pengendara.
Textalyzer akan memindai ponsel dan perangkat mobile lainnya untuk mengecek penggunaannya.
Textalyzer akan memungkinkan polisi untuk memeriksa ponsel di lokasi kecelakaan atau saat razia.
Dengan Textalyzer, polisi bisa melihat riwayat penggunaan ponsel tanpa mengungkap informasi pribadi.
Textalyzer ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan ponsel saat berkendara.
Ben Lieberman dari organisasi Distracted Operators Risk Casualties (DORCs) di New York mengatakan publik secara umum memang mengetahui bahwa distracted driving adalah masalah.
Namun tidak mengetahui seberapa parah akibatnya.
Ia juga menambahkan, dengan hukum yang berlaku sekarang, kita tidak mendapatkan informasi yang akurat karena masalah utamanya tidak teratasi.
Walaupun ada kemungkinan Textalyzer bisa dilihat sebagai pelanggaran privasi, Liebermen mengklaim menjaga informasi pribadi di dalam ponsel adalah prioritasnya.
“Saya seringkali mendengar bahwa tidak ada Breathalyzer untuk distracted driving—maka kami membuatnya. Namun, menjaga privasi pengendara juga penting, dan kami mengambil langkah hati-hati untuk tidak melanggar hak tersebut,” tegas Libermen.

Sebentar lagi WhatsApp punya fitur Voicemail dan berbagi file ZIP

Merdeka.com - Setelah sebelumnya memberikan perlindungan enkripsi end-to-end pada pengguna, WhatsApp segera menambah fitur aplikasi chatting mereka.
Seperti yang dilansir oleh Phone Radar (28/04), muncul bocoran yang menyatakan bila WhatsApp menyiapkan fitur 'Call Back' untuk platform iOS dan Android. Fitur ini memungkinkan pengguna mendapat notifikasi bila ada 'missed call' atau panggilan tak terjawab, dan di notifikasi itu ada tombol untuk melakukan panggilan balik ke nomor yang tidak terjawab panggilannya tadi.
Tujuan dari pemberian tombol 'Call Back' ini adalah agar semua panggilan balik bisa dilakukan tanpa membuka aplikasi WhatsApp secara langsung. Sebagai tambahan, ada fitur Voicemail yang membantu pengguna merekam pesan suara bila panggilan kita tidak dijawab.
Terakhir, bila sebelumnya pengguna hanya bisa mengirim dokumen berupa PDF, VCF, DOCX, dan DOCS, sebentar lagi WhatsApp akan menambahkan file jenis ZIP. Dengan fitur ini, pengguna dapat memperkecil file yang akan dikirim dalam bentuk ZIP sebelum akhirnya dikirim ke pengguna WhatsApp lain untuk menghemat paket data.
Menariknya, Phone Radar juga menyebutkan bila WhatsApp sedang mengembangkan fitur Video Call. Sayangnya, untuk awal fitur ini hanya tersedia untuk pengguna gadget iOS.
sumber:merdeka.com

Mayoritas Konsumsi Internet di Indonesia untuk Media Sosial

TEMPO.COJakarta - Kementerian Komunikasi dan Informasi menyebutkan penggunaan internet mayoritas digunakan masyarakat untuk menikmati konten media sosial. 

"Pengguna internet di Indonesia dari data paling banyak mengunakan media sosial," kata Kepala Biro Humas Keminfokom Ismali Cawidu saat diskusi di Gedung Pertemuan Ilmiah Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis. 

Dalam forum literasi media dalam rangka mendukung revolusi mental untuk mewujudkan masyarakat berintegritas, Ismail mengatakan rata-rata hampir setiap hari penggunaan internet didominasi penggunaan medsos selebihnya konten lain. 

Menurut dia, diperlukan literasi untuk memahami karakteristik media sosial sebab media sosial hadir di tengah-tengah ruang publik yang menjadi sumber daya terbatas. 

"Perlu diketahui bahwa media sosial tidak ada yang gratis, dan memiliki ciri ethenity yang hukumnya berlaku sama di kehidupan maya bahkan bisa menjadi jebakan. Hindari perbincangan politik dan SARA di medsos," ucapnya. 

Selain itu medsos juga punya penyimpanan secara permanen di pemilik perusahaan medsos, meski sudah dihapus di dalam ponsel maupun akun medsos namun gambar tersebut masih tersimpan. 

"Jangan salah medsos seperti facebook, twitter, whats up, instagram menyimpan seluruh percakapan dan gambar apapun itu. Salah satu pengguna medsos terbanyak adalah facebook saat ini," ujarnya. 

Bahkan jumlah pengguna internet melalui ponsel pintar berbasis android di Indonesia kini sudah mencapai 124 juta pengguna. Sementara untuk keuntungan yang masuk ke kas negara mencapai Rp14 triliun dari beberapa provider selular. 

"Kita sudah melakukan himbauan agar masyarakat tidak terlalu mengunakan internet dengan medsos tapi kepada konten lain yang sifatnya edukasi, tetapi arusnya begitu kuat, ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat kita, bisa dimana saja membuka medsos," bebernya. 

Sementara akademisi dari Unhas, Muliadi, menyatakan medsos saat ini masuk tanpa lagi melalui penyaringan atau sensor, semua masuk bahkan pornografi pun dianggap sebagai hal biasa dan lumrah pada jejaring medsos apa saja. 

Berdasarkan data KPI pada 2012 jumlah pengaduan masyarakat tentang siaran yang tidak mendidik mencapai angka 43.407 ribu dan terus bertambah setiap tahunnya. 

Saat ini masyarakat tidak lagi dipusingkan dengan informasi bahkan sangat puas dengan informasi yang masuk baik melalui media televisi, radio, koran maupun secara online asalkan punya jaringan internet dengan didukung paket data di ponsel. 

"Mengapa harus ada literasi media, karena untuk menghindari dampak negatif. Sebab cara pandang media berbeda-beda begitupun masyarakat. Ini yang perlu disikapi semua pihak terutama Infokom sebagai pengontrol informasi," katanya

Selain itu saat ini masyarakat lebih percaya media dari pada fakta sebenarnya termasuk berkurangnya rasa mengkritisi berita apakah itu benar atau salah, karena mereka sudah lelah dengan informasi dimana-mana, belum lagi media online menyiarkan berita tanpa akurasi dan hanya mengandalkan kecepatan. 

Ketua KPID Sulsel Aliem Febri Sonny juga sebagai pemateri menambahkan pihaknya terus mendorong agar perusahaan media bisa menyajikan siaran edukasi. Kendati masih banyak program yang dinilai melanggar pihaknya berusaha untuk terus melakukan pemantauan. 

Diskusi tersebut dibuka Direktur Kemitraan dan Komunikasi Keminfo, Dedet Surya Nandika, didampingi Dekan Fisip Unhas Prof Andi Alimuddin Unde dan moderator dipandu Iqbal Sultan serta dihadiri sejumlah media dan mahasiswa.

sumber:temp.co

Lewat Foto, Microsoft Tahu Kamu Sedih atau Bahagia

KOMPAS.com - Teknologi pengenal wajah (facial recognition) tak lagi istimewa untuk aplikasi-aplikasi populer. Facebook telah lama mengembangkan teknologi tersebut untuk layanan jejaring sosial daninstant messaging-nya.
Untuk itu, Microsoft ingin menghadirkan teknologi yang lebih menakjubkan dari sekadar kemampuan mengenal wajah. 

Dilansir KompasTekno, Kamis (12/11/2015) dari situs Project Oxford, Microsoft tengah mengembangkan teknologi pengenal emosi (emotion recognition). Dengan teknologi tersebut, pengguna dapat mengetahui kadar emosi seseorang hanya lewat foto. 
Kebahagiaan, kemarahan, kesedihan, ketakutan, kaget, jijik, netralitas, serta emosi-emosi lainnya dapat teridentifikasi.
Pendiri konsultan periklanan Howard Raucous LLC, Chris Matyszczyk, menceritakan pengalaman pribadinya menjajal teknologi tersebut diCnet

"Kebanyakan foto saya mencerminkan netralitas dan kebahagiaan. Satu foto yang saya tes menunjukkan 39 persen netralitas dan 60 persen kebahagiaan," kata dia.

Berguna untuk memilih foto profil di media sosial
Menurut Matyszczyk, teknologi teranyar dari Microsoft dapat dimanfaatkan seseorang untuk memilih foto profil pada media sosial. Dengan begitu, impresi yang ingin digambarkan dapat disampaikan kepada khalayak secara tepat.
Utamanya bagi tokoh politik, artis, pengusaha dan figur publik lainnya, tentu foto profil media sosial perlu dipilih secara saksama agar dapat memancarkan citra tertentu.
"Teknologi ini dapat menentukan bagaimana wajah Anda terproyeksi pada sebuah foto. Eksperimen ini adalah langkah progresif Microsoft untuk melihat lebih banyak hal dari wajah manusia," ia menjelaskan.
Saat ini, emotion recognition masih menjadi eksperimen di bawah naungan Project Oxford. Diketahui, sejak awal 2015, Microsoft menghadirkan Project Oxford sebagai wadah pengembangan API, SDK dan layanan lainnya untuk membantu pengembang membangun aplikasi cerdas dan menarik.
Anda bisa mengetahui bagaimana emosi yang terpancar dari foto Anda melalui laman demo emotion recognition pada situs Project Oxford.
Syaratnya, kualitas resolusi foto harus lebih dari 36x36 piksel. Ukurannya juga harus lebih dari 4MB. Untuk format, pengguna bisa mematrikan gambar JPEG, PNG, BMP dan GIF.
Dalam satu foto, emotion recognition bisa mengidentifikasi hingga 64 wajah. "Wajah paling depan hasilnya akan paling baik," begitu tertulis pada situs. "Teknologi ini bersifat ekperimental, tak selalu akurat," Microsoft memperingatkan

Sehari, Orang Lebih Lama Buka Facebook daripada Bersosialisasi

KOMPAS.com - Berapa banyak waktu yang dihabiskan seseorang untuk membuka Facebook dalam setiap harinya? Menurut CEO Facebook, Mark Zuckerberg, angkanya ternyata cukup lama, hampir 1 jam.

Waktu yang sama juga berlaku untuk aplikasi lain yang dimilikiFacebook, yaitu Instagram dan pesan instan Messenger.

“Saat ini, orang-orang di seluruh dunia rata-rata menghabiskan waktu 50 menit tiap hari untuk menggunakan Facebook, Instagram, dan Messenger,” ujar Zuckerberg dalam konferensi laporan keuangan kuartal pertama 2016 Facebook, sebagaimana dirangkumKompasTekno dari TechCrunch, Kamis (28/4/2016).

Zuckerberg menegaskan bahwa angka 50 menit itu belum termasuk waktu yang dihabiskan untuk mengakses layanan populer lain milik Facebook, yakni WhatsApp.

“Orang-orang” yang dimaksud Zuckerberg adalah para pengguna ketiga layanan tersebut secara global. Untuk Facebook, jumlahnya mencapai 1,65 miliar. Pengguna Instagram tercatat 400 juta, sementara Messenger 900 juta.

Lebih lama dari waktu sosialisasi

Sebagai catatan, angka 50 menit itu ternyata lebih lama dibandingkan waktu yang dihabiskan oleh warga Amerika Serikat untuk bersosialisasi.

Menurut catatan Bureau of Labor Statistics, tahun 2014, warga Negeri Paman Sam (usia 25-54 tahun dan memiliki anak) rata-rata cuma menghabiskan waktu 43 menit setiap hari untuk melakukan kegiatan sosial seperti mengunjungi teman atau menghadiri acara. 

Dalam kesempatan yang sama, Zuckerberg turut mengungkapkan bahwa profit Facebook untuk tahun ini berlipat tiga dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 1,51 miliar dollar AS.

Harga saham Facebook tercatat naik sebesar 9 persen dalam sesi perdagangan setelah publikasi laporan keuangan perusahaan jejaring sosial itu.

sumber:kompas.com

iPhone 7 Punya Tiga Varian?

Jakarta - Kalau seri iPhone 6 dan iPhone 6S meluncur dengan dua varian, kejutan bisa saja terjadi ketika Apple merilis iPhone 7. Sebab kabarnya perusahaan asak Cupertino ini juga menyiapkan varian ketiga. Apa itu?

Seperti iPhone 6 dan iPhone 6S, sepertinya Apple juga akan menjalankan strategi serupa di iPhone 7. Berarti kalau nantinya ada iPhone 7 dan iPhone 7S, maka varian yang ketiga konon akan dinamai iPhone 7 Pro.

Tapi bukan berarti iPhone 7 Pro diposisikan layaknya iPad Pro yang disiapkan untuk mengincar kalangan eksekutif. Kalau mengacu pada bocoran yang baru beredar, embel-embel 'Pro' tersebut mengacu pada fitur istimewa yang hanya dimilikinya.

Jadi kalau yang paling mencolok antara iPhone 6S dan iPhone 6S Plus adalah bentang layarnya, kelebihan iPhone 7 Pro disebut berada di kameranya. Konon iPhone 7 Pro dibekali fitur kamera ganda seperti yang ada di oleh Huawei P9.

Meski tentu saja belum bisa dipastikan, sebuah bocoran dokumen seakan menguatkan kabar ini. Dokumen tersebut menunjukkan desain kamera yang memanjang horizontal seperti di Huawei P9. 

Hal ini lantas memunculkan kesimpulan soal kamera ganda tadi. Ditambah lagi di sudut dokumen itu juga ada keterangan 'iPhone 7 Pro' yang bak mengiyakan eksistensi varian anyar iPhone ini.

Sayang kalau melihat desain mukanya tampak tak banyak berubah dari generasi sebelumnya. Tapi bisa jadi iPhone 7 memang lebih tipis mengingat sisi atasnya absen port audio 3,5 mm. Tapi yang namanya bocoran berarti informasinya belum valid, sehingga desain aslinya masih bisa berubah. (yud/ash) 

sumber:detik.com

Rabu, 27 April 2016

Kebiasaan buruk pengguna internet di seluruh dunia

Kebiasaan buruk pengguna internet di seluruh duniaJakarta (ANTARA News) - Kaspersky Lab menguji ketangkasan siber kepada lebih dari 18.000 pengguna di seluruh dunia untuk mengetahui bagaimana mereka berperilaku di internet dan seberapa berisikonya kebiasaan online mereka. 

Para responden disajikan serangkaian situasi online standar yang biasa dihadapi oleh sebagian besar pengguna, dan terdapat berbagai jawaban yang dapat mereka pilih.

Dalam siaran persnya yang diterima ANTARA News, Rabu, Kaspersky Lab mengungkap bahwa 76 persen responden yang disurvei tidak dapat membedakan halaman web asli dari yang palsu (di Meksiko angkanya mencapai 82 persen).

Ketika dihadapkan dengan ancaman serupa di Web, para pengguna biasanya melakukan kesalahan dengan memasukkan identitas mereka pada halaman phishing yang memang dirancang untuk mencuri kredensial. Penjahat siber menggunakan data yang dikumpulkan dari situs-situs palsu tersebut untuk mengakses akun pengguna yang kemudian digunakan untuk mendistribusikan iklan, file dan link berbahaya, serta mencuri uang dan data-data rahasia.

Sebanyak 75 persen responden bahkan dengan ceroboh memeriksa format dari file yang akan mereka unduh.

Alih-alih file musik, mereka kemungkinan besar berpotensi mengunduh virus, memilih 'scr' (screensaver, format umum untuk embedding virus), file executable 'exe' atau arsip 'zip' dengan konten yang tidak diketahui dan bukannya file aman 'wma'.

Survei tersebut menunjukkan bahwa warga Inggris (85 persen) adalah yang paling mungkin untuk jatuh ke dalam trik ini.

Menurut hasil penelitian, Jerman, Spanyol dan Australia mendapatkan skor rata-rata terbaik untuk ketangkasan siber, tetapi bahkan warga dari negara-negara tersebut masih banyak lagi yang harus mereka pelajari.

Misalnya, masih banyak warga Jerman yang menyimpan password mereka dalam format yang tidak aman, seperti menuliskannya pada selembar kertas.

Warga Spanyol sering membuat backup yang tidak dapat diandalkan pada media fisik tanpa enkripsi atau proteksi terhadap password.

Sementara itu, banyak warga Australia yang tidak mengetahui bahwa browser dapat menyimpan sejarah aktivitas online mereka.

Untuk pilihan jawaban yang paling berbahaya, kebanyakan dipilih oleh para pengguna di India, Jepang dan Malaysia, dimana para penduduk masing-masing negara tersebut memiliki kebiasaan buruk ketika online yang berbeda-beda.

Warga India tampaknya menjadi yang paling mudah tertipu. Mereka lebih cenderung untuk membuka lampiran yang mencurigakan dalam email, menambahkan siapa pun yang mengirimkan permintaan untuk menjadi teman dan meng-klik link dari teman-teman mereka di jejaring sosial tanpa memeriksa terlebih dahulu apakah link tersebut aman.

Jenis perilaku seperti ini menunjukkan bahwa pengguna di negara tersebut berada pada risiko yang lebih besar menjadi korban penipuan dari penggunadi negara lain.

Warga Jepang bahkan mengabaikan keselamatan diri mereka sendiri dengan tidak menghiraukan pentingnya membuat salinan cadangan data-data milik mereka, dan berpikir bahwa mereka tidak memiliki data-data rahasia yang perlu dilindungi.

Selain itu, mereka cenderung untuk tidak menginstal pembaruan sistem operasi dibandingkan dengan pengguna di negara-negara lain.

Dari survei tersebut terlihat bahwa warga Malaysia juga cukup mengkhawatirkan, mereka menggunakan segala macam perangkat dan aplikasi tanpa menghiraukan bahwa keduanya pada dasarnya bukan diperuntukkan untuk korespondensi yang rahasia.

Mereka juga menginstal program pada perangkat tanpa membaca terlebih dahulu syarat dan ketentuan yang menyertainya, biasanya yang mereka lakukan adalah "next-next-next-agree".

Dengan kata lain, mereka tanpa sadar menyetujui perangkat lunak tambahan dan adanya perubahan pengaturan pada OS ketika mengunduh aplikasi.

Yang paling menyedihkan dari semua itu adalah fakta bahwa sepertiga dari responden dari negara tersebut juga bersedia untuk menonaktifkan solusi antivirus jika memblok proses instalasi dari program.

Mereka memberikan perangkat lunak yang berpotensi membahayakan kebebasan penuh untuk melakukan apapun yang diinginkan pada perangkat mereka.

Ketika menyangkut perlindungan terhadap data keuangan, sikap yang paling berbahaya ditunjukkan oleh pengguna di Rusia dan Republik Ceko.

Mereka lebih cenderung untuk membuat kesalahan ketika memilih situs perbankan yang aman dan juga mengakui bahwa mereka tidak mengambil langkah-langkah keamanan tambahan saat melakukan pembelian secara online.

Sementara itu, berdasarkan laporan Kaspersky Security Network (KSN) untuk Q1 tahun 2016, banyak pengguna internet di Indonesia yang mengalami serangan ketika berselancar di web, adapun serangan yang paling banyak berasal dari Trojan-Clicker.HTML.Iframe.dg. Laporan tersebut juga mengungkap bahwa banyak terdeteksi obyek berbahaya seperti Trojan.Win32.Wauchos.a di komputer pengguna.

Tidak hanya itu, Indonesia juga menjadi hosting untuk program jahat yang paling aktif digunakan oleh penjahat siber.

Naluri mempertahankan diri merupakan hal yang umum pada diri kita semua. Dalam dunia nyata, banyak orang yang cukup siap untuk melindungi apa yang berharga bagi mereka.

Namun, menurut survei ketangkasan siber, di dunia maya naluri ini sering kali gagal, padahal kehidupan pribadi, identitas, properti dan uang dari pengguna masih perlu untuk dilindungi ketika mereka online.

Khususnya, bagi orang-orang yang cenderung membuat kesalahan berbeda-beda tergantung di mana mereka tinggal.

sumber:antaranews.com